Tak Hanya Super Prioritas, Kemenpar Diminta Buka Rute ke Destinasi Wisata Tersembunyi
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:44
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Selain Bali, Labuan Bajo dan Danau Toba, Indonesia memiliki ratusan destinasi lain yang indah dan autentik tetapi sulit dijangkau. Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan secara tegas meminta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan para pemangku kepentingan memperbanyak Rute Penerbangan ke wilayah tersembunyi.
Langkah ini bukan sekadar menambah jalur, tetapi membongkar ketimpangan akses yang selama ini membuat banyak destinasi seolah tak terlihat.
"Perlu dilakukan di beberapa wilayah lainnya, khususnya wilayah-wilayah yang mungkin tidak menjadi perhatian media, pemerintah, DPR, bahkan kalangan wisatawan, sehingga ini akan membuka mata kita," ujar Putra dalam konpers di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA
Kemenpar Bidik Wisatawan Makau, Ini Strategi Promosi Indonesia di Asia Timur
Pemerintah Pastikan Wisata Lebaran Aman dan Nyaman untuk Traveler
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
Pernyataan itu menjadi alarm bahwa masih banyak wilayah yang bahkan belum masuk radar diskusi nasional.
Pembukaan rute Jakarta-Luwuk dan Guangzhou-Palu adalah ilustrasi nyata. Jalur ini bukan hanya memindahkan penumpang dari satu kota ke kota lain, tetapi perhatian dari pusat ke pinggiran, dari destinasi terkenal ke yang selama ini luput dari perhatian.
Rute tersebut diyakini mampu mengangkat kearifan lokal, Destinasi Wisata, produk kreatif, hingga kebudayaan yang jarang atau belum mendapatkan perhatian masyarakat maupun dunia global.
Sulawesi Tengah menyimpan lanskap bahari, kebun kakao hingga durian matahari, varietas lokal yang menjadi kebanggaan daerah.
Namun, membuka jalur penerbangan bukan akhir cerita. Putra menekankan akses harus diiringi peningkatan kualitas layanan. Tanpa standar pelayanan yang baik, konektivitas justru bisa menjadi bumerang.
"Untuk itu saya titip sebagai mitra dari Kementerian Pariwisata agar destinasi pariwisatanya, dan juga pihak travel, kita tingkatkan pelayanannya," katanya.
Ia juga memastikan pemerintah dan DPR akan terus mencari cara memperluas konektivitas ke destinasi lainnya. Fokus tidak boleh lagi berhenti pada kategori super prioritas semata.
"Jadi bukan hanya super prioritas, bukan hanya prioritas, tapi yang kita enggak pernah bahas, nggak pernah kita bicarakan, kita buka sekalian jalurnya ke sana," kata Putra.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arnywaty Lamadjido menyambut pembukaan rute baru ini sebagai momentum penting.
Bagi pemerintah daerah, jalur udara baru berarti peluang memperbaiki layanan sekaligus memperluas promosi produk unggulan.
Penerbangan dinilai membantu memasarkan komoditas seperti durian dan kokoa yang kini mulai didistribusikan ke luar negeri, termasuk Tiongkok.
"Sehingga selain pariwisata, juga kuliner-kuliner, dan juga para pendidikan lokal yang dilaksanakan di provinsi seluruh Sulawesi Tengah. Sekali lagi terima kasih sudah memberikan kami satu hal yang baru untuk provinsi Sulawesi Tengah," kata Reny.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!