ID EN

Instruktur Internasional Turun Tangan, Indonesia Serius Amankan Wisata Selam

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:00

Penulis: Arif S

Keselamatan Penyelam
Ilustrasi - Membangun budaya keselamatan di seluruh ekosistem wisata bahari.
Sumber: Pixabay

Nama Indonesia sudah lama harum di kalangan penyelam dunia. Dari Raja Ampat hingga Morotai, keindahan bawah lautnya diakui sebagai salah satu yang terbaik di planet ini. Namun untuk menjadi destinasi selam kelas dunia, satu hal tak bisa ditawar adalah keamanan dan keselamatan penyelam.

Inilah semangat di balik program “Diving Safety 1000 Initiatives” yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN) di Ternate, Maluku Utara.

Program ini tidak hanya mengajarkan teknik menyelam, tetapi membangun budaya keselamatan yang kuat di seluruh ekosistem wisata bahari Indonesia.

Keselamatan Jadi Fondasi Wisata Selam Kelas Dunia

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto menegaskan keselamatan adalah prioritas utama.

"Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Dengan penyelenggaraan program ini, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpercaya," ujarnya, Jumat 10 Oktober 2025.

Pernyataan ini memperjelas arah besar pariwisata Indonesia yang bukan hanya memikat mata, tetapi juga menjamin keamanannya.

Pelatihan Berskala Nasional, Instruktur Standar Internasional

Pelatihan yang digelar pada 7–8 Oktober 2025 melibatkan 55 peserta dari sembilan operator selam di Ternate, Tidore, dan Morotai.

"Pelatihan itu sangat penting untuk mendorong peningkatan keselamatan dan keamanan wisata selam yang tergolong dalam usaha pariwisata berisiko menengah tinggi."

Tujuannya pelatihan untuk memastikan kualitas, instruktur yang dihadirkan adalah profesional bersertifikasi internasional. 
Materinya dirancang bersama National Association of Underwater Instructors (NAUI), salah satu lembaga sertifikasi selam tertua dan paling dihormati di dunia.

Tiga modul utama yang diajarkan sangat krusial dalam kondisi darurat adalah Basic Life Support, CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dan Emergency Oxygen Provider.

Artinya, para peserta tidak hanya pandai menyelam, tetapi juga siap menyelamatkan nyawa.

Peralatan Darurat Disiapkan, Bukan Sekadar Teori

Keseriusan program ini tampak dari dukungan nyata. Sebanyak 60 first-aid kits dibagikan kepada peserta. Sementara8 oxygen regulator diserahkan kepada dive center setempat

Peralatan tersebut akan menjadi lifeline dalam situasi darurat di bawah air.

"Melalui upaya bersama ini, kita berkomitmen mewujudkan zero-accident dalam aktivitas menyelam dan menjaga kelestarian ekosistem laut yang merupakan sumber daya utama wisata selam Indonesia," kata Hariyanto.

Targetnya tentu saja zero accident dan laut tetap lestari.

Kenapa Maluku Utara?

Pemilihan lokasi bukan kebetulan. Morotai masuk dalam Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) sesuai RPJPN 2025–2045 dan difokuskan sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

Program ini juga sejalan dengan pariwisata naik kelas, di mana salah satu fokus utamanya adalah penguatan wisata bahari sebagai daya tarik unggulan global.

Lebih dari Sekadar Pelatihan 

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Maluku Utara, Kadri La Etje menekankan, Diving Safety adalah perubahan budaya.

"Inisiatif seperti Diving Safety 1000 Initiatives ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga gerakan moral untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menyelam bukan hanya menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga menjaga kehidupan di dalamnya. Kita ingin memastikan bahwa kegiatan wisata bahari di Maluku Utara tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berkelanjutan, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat pesisir," jelas Kadri.

Dengan kata lain, penyelam bukan hanya tamu, tapi juga penjaga laut.

Program Nasional, Dampak Nasional

Sejak diluncurkan pada Oktober 2023, program ini telah menjangkau 890 peserta dari target 1.000. Destinasinya meliputi spot selam terbaik Indonesia meliputi Labuan Bajo, Bali, Manado, Maratua, Kepulauan Seribu, Gili Matra, Raja Ampat dan Morotai.

Ini bukan sekadar pelatihan lokal, tetapi gerakan nasional menuju standar keselamatan global.(Antara)