ID EN

Taj Mahal Kembali Jadi Destinasi Paling Populer di India, Pesonanya Tak Pernah Pudar

Selasa, 27 Januari 2026 | 19:31

Penulis: Arif S

Taj Mahal ikon wisata global tak tergantikan di India.
Taj Mahal ikon wisata global tak tergantikan di India.
Sumber: Envato

Dari berbagai kemegahan situs bersejarah India, Taj Mahal kembali menegaskan posisinya sebagai magnet utama Pariwisata negeri tersebut. Bangunan megah di tepi Sungai Yamuna ini kembali disebut sebagai destinasi paling populer di India, bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Nasional India.

Setiap tahun pada 25 Januari, India memperingati Hari Pariwisata Nasional. Pada awal tahun ini, India menyebut Taj Mahal sebagai situs wisata paling banyak dikunjungi wisatawan periode 2024-2025.

Dikutip dari IndiaTVNews, Senin, 26 Januari 2026, pengakuan ini memperpanjang daftar pencapaian Taj Mahal sebagai ikon wisata global tak tergantikan.

Menurut catatan Archaeological Survey of India (ASI), Taj Mahal konsisten berada beberapa tingkat di atas situs-situs lain dalam jumlah wisatawan setiap tahunnya. 

Keunggulan ini bukan semata soal skala kunjungan, melainkan tentang simbolisme, penceritaan, dan relevansi abadi, menjadikannya tetap primadona di mata dunia.

Daya tarik utama Taj Mahal berakar pada kisah cinta legendaris. Monumen ini dibangun Kaisar Mughal Shah Jahan untuk mengenang istrinya, Mumtaz Mahal. 

Taj Mahal bukan sekadar mahakarya arsitektur, melainkan emosi beku. Berdiri di taman Mughal seluas hampir 17 hektar di Distrik Agra, Uttar Pradesh, bangunan ini menghadirkan narasi cinta, kehilangan, dan keabadian melampaui zaman.

Keunikan Taj Mahal juga tampak dari kemampuannya berubah warna. Permukaan marmer putihnya memantulkan cahaya secara berbeda sepanjang hari. 

Saat matahari terbit dan tenggelam, warna bangunan ini dapat bertransformasi menjadi merah muda, kuning, jingga, biru, hingga perak. Sebuah pertunjukan visual yang menjadikannya surga bagi fotografer dan penikmat lanskap.

Aksesibilitas turut memperkuat statusnya sebagai destinasi utama. Taj Mahal terhubung melalui jalur darat, Kereta Api, dan udara. 

Wisatawan dari Delhi, misalnya, dapat dengan mudah menjangkau Agra dalam waktu singkat, menjadikan monumen ini persinggahan wajib dalam perjalanan menjelajah India.

Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Taj Mahal berada dalam pengawasan dan Konservasi berkelanjutan. 

Pemerintah India menerapkan perhatian global serta manajemen ketat kepada pengunjung untuk menjaga kelestarian monumen ini, sekaligus memastikan pengalaman wisata tetap berkesan meski jumlah pengunjung terus meningkat.

India sejatinya memiliki banyak situs memukau. Qutub Minar, Benteng Merah, Gerbang India, Hawa Mahal, hingga Benteng Amer. 

Namun, Taj Mahal tetap menjadi magnet utama. Banyak Wisatawan Mancanegara merencanakan perjalanan ke India dengan satu tujuan awal, Taj Mahal. Setelah itu, barulah mereka menjelajahi situs-situs ikonik lainnya.

Keindahan Taj Mahal juga lahir dari material bangunan yang luar biasa. Marmer putih berpadu dengan batu pasir merah serta batu mulia seperti jasper, giok, kristal, pirus, dan safir. 

Bahan-bahan ini didatangkan dari berbagai wilayah, mulai dari India, Afghanistan, China, Sri Lanka, hingga Tibet, menjadikan Taj Mahal sebagai simbol pertemuan seni, budaya, dan peradaban lintas bangsa.