Chen/Toh Akhiri Penantian Malaysia di Ganda Campuran Indonesia Masters
Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Gelar juara Indonesia Masters 2026 dimaknai ganda campuran Malaysia, Chen Tan Jie/Toh Ee Wei, sebagai langkah awal untuk menatap persaingan level dunia yang semakin ketat sepanjang musim 2026. Kemenangan di Istora bukan sekadar trofi, tetapi fondasi mental dan teknis menuju level yang lebih tinggi.
Chen/Toh memastikan titel juara setelah menaklukkan pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje lewat pertarungan tiga gim dengan skor 15-21, 21-17, 21-11 pada partai final yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.
Kemenangan tersebut diraih lewat proses yang tidak mudah. Chen/Toh sempat tertinggal lebih dulu setelah gagal mengembangkan permainan pada gim pembuka. Tekanan permainan agresif Christiansen/Boje membuat pasangan Malaysia kesulitan menemukan ritme.
BACA JUGA
Anthony Ginting Mundur dari Indonesia Masters 2026, Sisakan Alwi Farhan di Tunggal Putra
Indonesia Masters 2026 Momen Menghidupkan Lagi Gairah Bulu Tangkis Indonesia
Aturan Baru BWF 2027: World Tour Diperluas, Hadiah Tembus Rp452 Miliar
Namun, perubahan strategi dan peningkatan konsistensi menjadi kunci kebangkitan mereka. Memasuki gim kedua dan ketiga, Chen/Toh tampil lebih tenang, sabar membangun reli, serta efektif memanfaatkan kesalahan lawan.
“Kami masih harus banyak belajar dari pemain-pemain terbaik. Yang terpenting adalah percaya pada diri sendiri, partner, pelatih, dan tim. Jangan mudah menyerah dan berani mencoba, itu yang paling penting,” ujar Toh.
Toh menilai kemampuan menjaga fokus dan saling memotivasi menjadi faktor pembeda, terutama saat laga memasuki fase krusial.
“Pada gim pertama kami tidak bisa memainkan permainan dengan baik. Namun kami mencoba bangkit, terus saling menyemangati, dan fokus pada setiap poin, khususnya di gim ketiga,” kata Toh.
Sementara itu, Chen Tan Jie menyoroti peran komunikasi sebagai fondasi permainan mereka, terutama saat berada di bawah tekanan final.
“Bagi kami, komunikasi sangat penting. Baik ketika permainan berjalan sesuai rencana maupun saat menghadapi situasi sulit, kami selalu berusaha saling percaya,” ujar Chen.
Keberhasilan ini juga mencatatkan sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia Masters digelar pada 2010, gelar ganda campuran berhasil dibawa pulang wakil Malaysia. Capaian tersebut sekaligus menegaskan perkembangan signifikan sektor ganda campuran Negeri Jiran di level Super 500.
Tak hanya soal teknis, Chen/Toh juga mengapresiasi atmosfer Istora yang dikenal sebagai salah satu arena paling ikonik di dunia Bulu Tangkis.
“Atmosfer di Istora luar biasa. Terima kasih kepada para pendukung yang memberi kami semangat,” ujar Toh.
Dengan modal gelar Indonesia Masters 2026, Chen/Toh kini membawa kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya, sembari menyadari bahwa konsistensi dan adaptasi akan menjadi tantangan utama dalam persaingan elite dunia.










