Indonesia Masters 2026 Momen Menghidupkan Lagi Gairah Bulu Tangkis Indonesia
Selasa, 13 Januari 2026 | 17:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-PBSI)
Istora Gelora Bung Karno akan kembali menjadi pusat perhatian dunia bulu tangkis. BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 dijadwalkan pada 20-25 Januari 2026 di Jakarta. Misi turnamen ini lebih dari sekadar perebutan gelar, tetapi juga momen menghidupkan kembali kebanggaan dan kegembiraan masyarakat terhadap bulu tangkis.
Turnamen ini menjadi titik temu antara prestasi dan emosi publik, panggung di mana bulu tangkis kembali dirayakan sebagai identitas nasional.
Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menegaskan, Indonesia Masters bukan hanya kalender kompetisi, melainkan bagian penting dari ekosistem Olahraga nasional.
BACA JUGA
Malaysia Borong Tiga Gelar Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan Selamatkan Gengsi Tuan Rumah
Chen/Toh Akhiri Penantian Malaysia di Ganda Campuran Indonesia Masters
Anthony Ginting Mundur dari Indonesia Masters 2026, Sisakan Alwi Farhan di Tunggal Putra
“Daihatsu Indonesia Masters bukan sekadar turnamen. Ini adalah bagian dari identitas Bulu Tangkis Indonesia yang mencerminkan sportivitas, semangat juang, dan Fair Play,” ujar Fadil dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa 13 Januari 2026.
Atmosfer Istora, Senjata Emosional Indonesia
Bagi Indonesia, Istora bukan hanya venue. Dukungan publik di tribun selama puluhan tahun telah membentuk reputasi Istora sebagai arena dengan atmosfer paling kuat di dunia bulu tangkis.
Fadil juga menekankan Indonesia Masters 2026 sejalan dengan visi jangka panjang PBSI untuk menjadikan bulu tangkis sebagai sumber kebanggaan dan kebahagiaan nasional.
Bagi PBSI, event ini merupakan bagian dari proses membangun ekosistem bulu tangkis yang kuat, mulai dari atlet, pembinaan usia dini, hingga keterlibatan publik.
Dari Turnamen Menjadi Perayaan Nasional
Ketua Panitia Pelaksana Achmad Budiharto menyebut Indonesia Masters 2026 dirancang sebagai momentum kultural, bukan sekadar kompetisi olahraga.
Panitia menyiapkan konsep inklusif dengan berbagai aktivitas dan hiburan gratis di area luar venue agar masyarakat bisa ikut merasakan atmosfer turnamen.
“Kami mengusung konsep pesta rakyat yang inklusif. Masyarakat bisa datang, merasakan atmosfer Istora, dan menikmati hiburan bersama keluarga. Harapannya, bulu tangkis benar-benar menjadi milik semua,” katanya.
Profesionalisme dan Pengalaman Penonton
Selain sisi emosional, penyelenggara menegaskan kesiapan teknis sebagai prioritas utama
Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan agar penyelenggaraan berjalan profesional dan memberikan pengalaman terbaik bagi atlet maupun penonton.
Indonesia Masters 2026 bukan hanya soal siapa naik podium tetapi juga bagaimana sebuah bangsa kembali merayakan olahraga yang telah membentuk identitasnya. Di Istora, sorak sorai bukan sekadar suara tetapi napas bulu tangkis Indonesia.(Antara)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!