Transplantasi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu, Jaga Jantung Wisata Bahari Jakarta
Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-Pemkab Kepulauan Seribu
Di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, kehidupan laut tengah diberi kesempatan kedua. Di Area Pelindungan Laut (APL) Pulau Panggang, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melakukan Transplantasi Terumbu Karang. Sebuah kerja konservasi yang jarang terlihat wisatawan, namun menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan Wisata Bahari Jakarta.
Transplantasi terumbu karang ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem laut di Kepulauan Seribu. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai destinasi pelarian singkat dari hiruk-pikuk ibu kota.
Di balik Pasir Putih dan laut biru, terumbu karang memegang peran vital sebagai rumah bagi ribuan organisme laut sekaligus penyangga kehidupan masyarakat pesisir.
BACA JUGA
Pesona Laut Kepulauan Seribu Tarik Ribuan Wisatawan Saat Libur Isra Mikraj
Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Turun di 2025, Alam Tropisnya Tetap Jadi Magnet Jakarta
Transformasi Kepulauan Seribu: Fokus pada Wisata Berkualitas, Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan
“Transplantasi terumbu karang ini komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Seribu. Terumbu karang itu punya peran vital bagi keanekaragaman hayati serta sebagai penyangga kehidupan masyarakat pesisir,” ujar Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Nurliati, Jumat .
Tak berhenti pada upaya teknis, pemerintah daerah juga mengajak publik untuk terlibat. Wisatawan dan masyarakat diharapkan ikut menjaga laut melalui praktik penangkapan ikan ramah lingkungan serta menjalankan wisata bahari secara bertanggung jawab.
Secara teknis, kegiatan transplantasi dilakukan dengan pendekatan sederhana namun efektif. Di kawasan APL Pulau Pramuka, sebanyak 100 bibit karang ditanam menggunakan metode tambal sulam, menutup area karang yang mengalami kerusakan.
“Jenis karang yang ditransplantasi ini karang keras (hard coral) dari jenis acropora. Kegiatan dilakukan lima personel dan nanti rutin dua kali sebulan,” kata Kasi Kelautan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha.
Karang jenis acropora dikenal sebagai pembentuk struktur utama terumbu, sekaligus habitat penting bagi ikan-ikan karang.
Dengan transplantasi secara berkala, Pemulihan Ekosistem diharapkan berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
“Kalau terumbu karang sehat, keanekaragaman hayati laut di Kepulauan Seribu terus terjaga dan beri manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Gama.
Di Pulau Pramuka, transplantasi terumbu karang bukan sekadar proyek lingkungan. Pemulihan ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan wisata bahari Kepulauan Seribu agar laut tetap hidup, ikan terus kembali, dan pengalaman menyelam serta snorkeling tetap bisa dinikmati generasi mendatang.










