ID EN

Ginting Mulai Bangkit di 2026, Buka Lembaran Baru di Indonesia Masters

Selasa, 20 Januari 2026 | 18:00

Penulis: Arif S

Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.
Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin

Anthony Sinisuka Ginting membuka lembaran baru pada 2026 dengan satu tekad sederhana: menemukan kembali ritme terbaiknya. Setelah melewati musim 2025 yang berat akibat cedera, tunggal putra andalan Indonesia itu kini mulai menata ulang performa, dimulai dari rumah sendiri di Indonesia Masters 2026.

Tahun lalu bukan periode ramah bagi Ginting. Cedera bahu di French Open 2025 membuatnya lebih banyak berada di ruang pemulihan ketimbang di lapangan pertandingan. 

Dampaknya terasa jelas, peringkat dunianya merosot hingga ke posisi 76. Namun memasuki kalender baru, pemain berusia 29 tahun itu datang dengan kondisi fisik kembali fit dan mental yang diperbarui.

“Tahun 2025 memang nggak gampang buat saya. Banyak ujian dan ya nggak semulus itu juga. Jadi memang waktu beralih ke tahun 2026, saya coba reflect tahun 2025 seperti apa. Memang ini jalan yang harus ditempuh, ya bisa dibilang mulai dari awal lagi,” jelas Ginting dalam konferensi pers di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa.

Indonesia Masters 2026 menjadi titik start Ginting pada musim ini. Meski sempat dihantui rasa kurang percaya diri akibat lama absen dari turnamen, dukungan publik Istora memberi energi tambahan bagi peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 tersebut. 

Bermain sebagai tuan rumah, Ginting merasakan atmosfer tak biasa, bahkan sejak babak kualifikasi.

“Di luar ekspektasi saya sih. Karena kan biasanya di hari awal kualifikasi kan penonton belum banyak datang, tapi tadi ramai juga. Mungkin karena tiket Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini lebih murah juga, sehingga ini jadi salah satu daya tarik pencinta Bulu Tangkis buat datang nonton langsung,” ungkap Ginting.

Di atas lapangan, respons Ginting juga tegas. Ia melaju ke babak utama setelah menaklukkan tunggal Thailand Kantaphon Wangcharoen dengan skor meyakinkan 21-12 dan 21-7. 

Kemenangan itu belum serta-merta menandai kembalinya Ginting ke level puncak, tetapi cukup menjadi sinyal, proses kebangkitan telah dimulai.