ID EN

Final Panas di Rabat: Senegal Taklukkan Maroko dan Angkat Trofi AFCON 2025

Senin, 19 Januari 2026 | 09:40

Penulis: Respaty Gilang

Senegal juara
Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Maroko di final dengan skor tipis 1-0.
Sumber: Antaranews

Timnas Senegal memastikan diri sebagai juara Piala Afrika 2025 usai menaklukkan Timnas Maroko dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Minggu, 18 Januari 2026, waktu setempat. Partai puncak ini berjalan ketat dan sarat tensi, sebelum akhirnya ditentukan lewat gol di babak tambahan.

Gol penentu kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Gueye pada menit ke-94 babak tambahan pertama. Gelandang yang tampil disiplin sepanjang laga itu memanfaatkan skema serangan balik cepat untuk membungkam publik tuan rumah, sekaligus mengantarkan Les Lions de la Teranga naik ke podium juara.

Gelar ini menjadi trofi Piala Afrika kedua bagi Senegal sepanjang sejarah. Sebelumnya, Sadio Mane dan kolega juga mencatatkan prestasi serupa pada edisi 2021, yang ironisnya juga digelar di Maroko. Konsistensi Senegal dalam dua edisi terakhir menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan dominan Sepak Bola Afrika saat ini.

Sebaliknya, kekalahan ini memperpanjang penantian panjang Maroko untuk kembali merasakan gelar juara Piala Afrika. Terakhir kali Singa Atlas mengangkat trofi terjadi pada edisi 1976 yang berlangsung di Ethiopia. Bermain di kandang sendiri, Maroko harus kembali menelan kekecewaan di depan pendukungnya.

Sejak awal pertandingan, Senegal tampil agresif dengan langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama lahir melalui sundulan Pape Gueye, namun masih mampu diamankan Kiper Maroko, Yassine Bounou. Tekanan berlanjut lewat aksi Iliman Ndiaye, yang kembali memaksa Bounou bekerja keras menjaga gawangnya tetap perawan.

Maroko tak tinggal diam. Meski lebih banyak tertekan di babak pertama, mereka tetap berusaha keluar dari tekanan dan menjaga keseimbangan permainan. Hingga turun minum, skor imbang tanpa gol bertahan meski Senegal terlihat lebih dominan dalam menciptakan ancaman.

Memasuki babak kedua, Maroko mulai tampil lebih berani. Ayoub El Kaabi melepaskan tembakan yang masih melebar tipis dari gawang Senegal. Peluang berikutnya datang dari Abde Ezzalzouli, namun sepakannya melambung di atas mistar. Intensitas laga meningkat, dengan kedua tim sama-sama bermain disiplin namun agresif.

Drama terjadi menjelang akhir waktu normal. Senegal sempat membobol gawang Maroko, namun gol tersebut dianulir wasit karena adanya pelanggaran terlebih dahulu. Tak lama berselang, Maroko mendapat hadiah penalti setelah tinjauan VAR menyatakan Brahim Diaz dilanggar di kotak terlarang pada menit 90+8.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal. Pertandingan sempat terhenti beberapa menit setelah para pemain Senegal keluar dari lapangan sebagai bentuk ketidakpuasan. Setelah laga kembali dilanjutkan, Brahim Diaz maju sebagai eksekutor, namun tendangan penaltinya berhasil digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy.

Gagalnya penalti tersebut menjadi titik balik pertandingan. Memasuki babak tambahan, Senegal tampil lebih efektif dan sabar menunggu celah. Pada menit ke-94, serangan balik cepat berbuah gol Pape Gueye yang membuat Senegal unggul 1-0.

Maroko mencoba meningkatkan tempo permainan untuk mengejar ketertinggalan di sisa waktu babak tambahan. Namun, solidnya lini belakang Senegal dan penampilan gemilang Mendy di bawah mistar membuat semua upaya tuan rumah berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Senegal.