ID EN

Polemik Juara Piala Afrika 2025 Belum Usai, Senegal Bawa Kasus ke CAS

Jumat, 20 Maret 2026 | 11:00

Penulis: Arif S

Peta Afrika
Ilustrasi - Peta negara di Benua Afrika.
Sumber: Envato

Polemik penyerahan gelar Africa Cup of Nations 2025 belum juga mereda bahkan memanas. Sengketa ANTARA Senegalese Football Federation (CFF) dan Confederation of African Football (CAF) kini memasuki babak baru setelah Senegal resmi membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Langkah ini diambil menyusul keputusan kontroversial CAF yang menganulir kemenangan Senegal di final dan menetapkan Maroko sebagai Juara.

Padahal, Hasil Pertandingan di lapangan, Senegal menang 1-0 dalam laga final di Prince Moulay Abdellah Stadium pada 18 Januari 2026.

Kontroversi bermula dari aksi walk out yang dilakukan Senegal sebagai bentuk protes dalam pertandingan tersebut. 

CAF kemudian memutuskan tindakan itu melanggar regulasi, memberikan kemenangan 3-0 kepada Maroko, sekaligus membalikkan hasil akhir turnamen.

Bagi Senegal, keputusan ini jauh dari kata adil. Sekretaris Jenderal FSF, Abdoulaye Seydou, melontarkan kritik keras terhadap keputusan CAF.

"Keputusan yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat diterima. Itu mencoreng nama baik Sepak Bola Afrika. Keputusan tersebut merupakan pelanggaran kepercayaan yang tidak didasarkan pada aturan hukum apapun," ujar Sekretaris Jenderal FSF Abdoulaye Seydou dikutip dari BBC News.

FSF menegaskan perjuangan mereka tidak akan berhenti pada level federasi regional. Jalur hukum internasional menjadi opsi terakhir untuk membalikkan keputusan yang dinilai merugikan.

"Kami tidak akan berhenti sampai disini. Hukum ada di pihak kami. Perjuangan masih jauh dari selesai, Senegal akan membela hak-haknya sampai akhir," kata Abdoulaye Seydou.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas di sepak bola Afrika dan global. Selain menyangkut legitimasi juara, sengketa ini juga menguji kredibilitas regulasi turnamen dan otoritas CAF dalam mengambil keputusan krusial.

Dengan proses banding di CAS yang tengah berjalan, nasib gelar AFCON 2025 masih belum benar-benar final. Satu hal yang pasti, kontroversi ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.