ID EN

Cuma 1 Jam, Ini Alasan Jakarta–Singapura Masuk 10 Besar Rute Tersibuk Dunia 2025

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Ilustrasi tiket pesawat
Ilustrasi tiket pesawat murah.
Sumber: Freepik

Rute Penerbangan internasional Jakarta (Soekarno-Hatta) - Singapura (Changi) masuk daftar 10 besar rute tersibuk di dunia sepanjang 2025. Di atas langit Asia Tenggara, jalur pendek ini menjelma menjadi salah satu koridor paling vital bagi pergerakan wisatawan, pebisnis, dan warga lintas negara.

Sementara itu, rute Kuala Lumpur - Singapura menjadi Rute Penerbangan internasional tersibuk ketiga di dunia sepanjang tahun lalu. Ini menegaskan dominasi Asia dalam peta lalu lintas udara global.

Rute Kuala Lumpur - Singapura bersaing ketat dengan rute populer lainnya seperti Dubai-Riyadh, Bangkok-Hong Kong, Tokyo Narita-Taipei, dan rute transatlantik New York JFK-London Heathrow.

Pencapaian ini menempatkan Asia Tenggara sejajar dengan pusat mobilitas dunia.

Dikansir VN Express, berdasarkan data dari perusahaan penyedia data penerbangan asal Inggris, OAG, rute ini mencatatkan kapasitas 5,6 juta kursi. Angka ini naik 4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain volumenya masif, rute ini juga mencatatkan rekor harga tiket kelas ekonomi rata-rata terendah dibandingkan 9  rute tersibuk dunia lainnya, yaitu USD62 atau sekitar Rp960 ribu untuk sekali jalan.

"Rute ini dilayani tujuh Maskapai Penerbangan berbeda, menunjukkan ketatnya persaingan di jalur tersebut," tulis laporan OAG.

Dengan waktu tempuh hanya sekitar satu jam, rute udara yang menghubungkan dua pusat ekonomi dan Destinasi Wisata utama di Asia Tenggara ini menjadi jalur favorit perjalanan singkat. 

Namun, Kuala Lumpur-Singapura masih berada di bawah rute Hong Kong-Taipei sebagai rute internasional tersibuk di dunia dengan 6,8 juta kursi. 

Posisi kedua ditempati rute Kairo-Jeddah, yang didorong tingginya perjalanan religi dan Bisnis di Timur Tengah.

Sementara Rute Penerbangan Seoul Incheon - Tokyo Narita menduduki peringkat keempat, disusul rute Seoul Incheon - Osaka Kansai di urutan kelima.

Tingginya rute Asia menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan industri penerbangan di kawasan ini, didukung konektivitas antar-pusat Bisnis

Selain itu, dominasi rute pendek di Asia Tenggara juga menunjukkan mobilitas tinggi antarnegara tetangga.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!