ID EN

Gunung Semeru Dibuka Lagi, Pendaki Kini Bisa Kembali Menikmati Ranu Kumbolo

Minggu, 26 April 2026 | 16:00

Penulis: Respaty Gilang

Foto udara Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur.
Foto udara kawasan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur.
Sumber: Antara/Irfan Sumanjaya

Kabar yang sudah lama dinantikan para pendaki akhirnya datang juga. Jalur pendakian Gunung Semeru resmi dibuka kembali mulai Jumat, 24 April 2026. Setelah sempat ditutup akibat Cuaca Ekstrem, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kini kembali bisa dikunjungi, meski dengan sejumlah aturan ketat demi keamanan pendaki dan Kelestarian Alam.

Pembukaan kembali jalur pendakian diumumkan langsung oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan rapat koordinasi lintas pihak yang mempertimbangkan kondisi jalur, faktor keselamatan, hingga kesiapan kawasan pasca cuaca buruk yang melanda beberapa waktu terakhir.

Namun bagi para pendaki yang sudah bersiap mengejar Mahameru, ada hal penting yang perlu diketahui. Untuk sementara waktu, pendakian hanya diperbolehkan sampai kawasan Ranu Kumbolo, salah satu spot paling ikonik di jalur Semeru yang terkenal dengan panorama danau di ketinggian serta hamparan perbukitan yang memikat.

"Aktivitas pendakian Gunung Semeru di buka kembali mulai tanggal 24 April 2026 dengan batas akhir pendakian sampai Ranu Kumbolo," ujar Rudijanta dalam keterangan resminya.

Keputusan pembatasan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi bertahap sebelum nantinya pihak pengelola memutuskan apakah jalur menuju puncak Mahameru bisa dibuka sepenuhnya.

Bagi pecinta hiking dan wisata alam, Ranu Kumbolo sendiri bukan sekadar titik transit. Destinasi ini dikenal sebagai salah satu area camping favorit di Indonesia dengan pemandangan matahari terbit yang kerap diburu para pendaki dan fotografer alam.

Kuota Pendakian Dibatasi, Pendaki Wajib Booking Online

TNBTS juga menerapkan sistem pembatasan kuota demi menjaga daya dukung lingkungan di kawasan taman nasional. Jumlah pendaki dibatasi hanya 200 orang per hari dengan durasi pendakian maksimal dua hari satu malam.

Seluruh proses pemesanan tiket kini wajib dilakukan secara daring melalui situs resmi TNBTS. Calon pendaki diwajibkan menyelesaikan proses booking dan pembayaran paling lambat dua hari sebelum jadwal keberangkatan.

Aturan ini diterapkan untuk mengurangi antrean di pintu masuk sekaligus memastikan proses pendataan pendaki berjalan lebih tertib dan aman.

Selain itu, pengelola juga menegaskan bahwa seluruh pendaki wajib mematuhi standar operasional terbaru yang telah diperbarui menyusul kondisi cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir.

"Setiap pendaki wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian Gunung Semeru Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang telah diperbarui," tegasnya.

Penutupan Sebelumnya Dipicu Cuaca Ekstrem

Sebelum kembali dibuka, jalur pendakian Semeru sempat ditutup cukup lama akibat meningkatnya risiko cuaca ekstrem di kawasan pegunungan.

Balai Besar TNBTS sebelumnya memperpanjang penutupan pendakian setelah menerima peringatan terkait potensi hujan lebat, angin kencang, hingga risiko longsor berdasarkan pemantauan kondisi cuaca dan rekomendasi dari BMKG.

"Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dan perlindungan demi keselamatan serta kenyamanan pengunjung dari ancaman bencana alam yang mungkin terjadi," ujar Rudijanta dalam keterangan resminya.

Bagi traveler pecinta alam, pembukaan kembali Semeru tentu menjadi momen yang dinanti. Meski belum bisa mencapai puncak Mahameru, perjalanan menuju Ranu Kumbolo tetap menawarkan pengalaman trekking yang menenangkan dengan lanskap khas pegunungan Jawa Timur yang memukau.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!