ID EN

Dua Wakil Afrika Barat Lolos, Senegal dan Mali Siap Bentrok

Minggu, 4 Januari 2026 | 11:00

Penulis: Respaty Gilang

Timnas Mali
Timnas Mali berselebrasi usai memastikan lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025.
Sumber: Antaranews

Babak 16 Besar Piala Afrika 2025 menghadirkan dua cerita kontras. Senegal melaju dengan performa dominan, sementara Mali harus bertahan hingga detik terakhir untuk mengamankan tiket Perempat Final. Kedua wakil Afrika Barat itu memastikan tempat di delapan besar usai menyingkirkan Sudan dan Tunisia dalam rangkaian laga Sabtu, 3 Januari 2026, hingga Minggu, 4 Januari 2026 WIB.

Senegal menjadi tim pertama yang melangkah ke perempat final Piala Afrika 2025 setelah menundukkan Sudan dengan skor 3-1 di Grande Stade Tangier. Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih lewat respons cepat dan kebangkitan mental setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Sudan membuka laga dengan kejutan. Pada menit keenam, Aamir Abdallah berhasil menembus lini pertahanan Senegal, memotong ke dalam, lalu melepaskan tembakan kaki kiri melengkung yang gagal dijangkau kiper Edouard Mendy. Gol cepat tersebut sempat mengubah dinamika pertandingan.

Tertinggal satu gol, Senegal meningkatkan intensitas permainan. Dominasi penguasaan bola mulai terlihat, dipimpin oleh Sadio Mane yang aktif menekan sejak lini tengah. Tekanan itu berbuah gol penyama kedudukan pada menit ke-24. Mane merebut bola dan langsung mengalirkannya kepada Pape Gueye, yang menyelesaikan peluang dengan sepakan akurat ke sudut gawang.

Senegal terus menekan hingga akhir babak pertama. Menjelang turun minum, Pape Gueye kembali menjadi pembeda. Berawal dari pergerakan Ismaila Sarr di sisi sayap, bola diteruskan kepada Nicolas Jackson sebelum dikembalikan ke area kotak penalti. Gueye menyambutnya dengan tembakan terukur yang membawa Senegal berbalik unggul 2-1 saat jeda.

Memasuki babak kedua, Senegal bermain lebih tenang dan disiplin. Gol penutup datang pada menit ke-77 melalui pemain pengganti berusia 17 tahun, Ibrahima Mbaye. Memanfaatkan assist Mane, Mbaye mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Afrika, sekaligus memastikan kemenangan 3-1 untuk Les Lions de la Teranga.

Di pertandingan lain, Mali harus menempuh jalur yang jauh lebih berliku. Mereka lolos ke perempat final usai menyingkirkan Tunisia lewat adu penalti dengan skor 3-2, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Casablanca.

Mali berada dalam situasi sulit sejak menit ke-26. Woyo Coulibaly diganjar kartu merah setelah menginjak pergelangan kaki Hannibal Mejbri, memaksa Mali bermain dengan 10 orang hampir sepanjang laga. Dalam kondisi tersebut, Mali memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik.

Tunisia baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-88. Sundulan Firas Chaouat memanfaatkan umpan silang Elias Saad membawa Tunisia unggul dan tampak semakin dekat dengan kemenangan. Namun, drama terjadi di masa injury time.

Mali mendapatkan hadiah penalti setelah Yassine Meriah melakukan handball di kotak terlarang. Lassine Sinayoko menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-97, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Tunisia sempat mencetak gol di babak tambahan, tetapi dianulir akibat offside. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam momen krusial tersebut, kiper Mali Djigui Diarra tampil gemilang dengan dua penyelamatan penting yang memastikan kemenangan timnya.

Menariknya, Mali melaju ke perempat final tanpa satu pun kemenangan di waktu normal sepanjang turnamen. Mereka hanya meraih Hasil Imbang di fase grup dan kembali bermain seri saat menghadapi Tunisia, sebelum akhirnya lolos lewat adu penalti.

Hasil ini memastikan duel panas sesama Afrika Barat di babak perempat final. Senegal dan Mali akan saling berhadapan di Tangier pada Jumat, 9 Januari 2026 mendatang. Sebagai juara Piala Afrika 2021 dan tim peringkat dua Afrika, Senegal akan menghadapi Mali yang dikenal tangguh, disiplin, dan sulit ditaklukkan meski sering berada di bawah tekanan.