ID EN

Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak Tajam, Kini Perjalanan Kereta Api Jadi Destinasi Wisata 

Jumat, 2 Januari 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Kereta Panoramic
Dokumentasi - Kereta Panoramic.
Sumber: KAI

Perjalanan dengan Kereta Api di Indonesia kian bergeser maknanya. Tak lagi sekadar sarana berpindah kota, melainkan telah menjelma menjadi bagian dari pengalaman wisata. Perubahan cara pandang itu tercermin dari lonjakan tajam jumlah pelanggan Kereta Panoramic sepanjang 2025.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggan Kereta Panoramic yang dikelola KAI Wisata mencapai 150.176 orang. Angka tersebut tumbuh 38,6 persen dibandingkan tahun 2024 dengan jumlah 108.337 pelanggan.

"Pertumbuhan ini menunjukkan perjalanan kereta api kian dipilih sebagai bagian dari agenda wisata, terutama masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan nilai pengalaman selama perjalanan," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Jumat 2 Januari 2026.

Menurut Anne, perjalanan kereta api kini dipandang sebagai momen untuk menikmati waktu, suasana, dan lanskap di sepanjang rel, bukan sekadar proses menuju tujuan.

Tren tersebut tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan Kereta Panoramic yang menghadirkan Pengalaman Perjalanan berbeda sejak keberangkatan.

Kinerja positif ini semakin terlihat pada Desember 2025, ketika 16.632 pelanggan memilih layanan Kereta Panoramic, menjadikannya capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun.

Lonjakan tersebut sejalan dengan periode Libur Akhir Tahun, saat perjalanan kereta dimanfaatkan sebagai bagian dari aktivitas Wisata Keluarga dan rekreasi.

Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pada rentang 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, KAI Wisata mencatat 20.433 pelanggan menikmati berbagai layanan Wisata Kereta Api, termasuk Panoramic, Priority, dan Imperial.

Angka ini mencerminkan preferensi masyarakat terhadap layanan perjalanan yang menawarkan kenyamanan, keunikan, serta pengalaman berkesan. Ini sekaligus menandai perubahan budaya bepergian di Indonesia.(Antara)