ID EN

Efek Italia Gagal ke Piala Dunia 2026: Gattuso, Gravina dan Buffon Mundur

Sabtu, 4 April 2026 | 09:30

Penulis: Arif S

Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso. (FIGC)
Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso.
Sumber: Antaranews/FIGC

Krisis Sepak Bola Italia mencapai titik nadir. Setelah Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2026, terjadi gelombang pengunduran diri dari pucuk pimpinan hingga tim pelatih. Gennaro Gattuso menjadi sosok terbaru yang mundur dari kursi Pelatih Timnas Italia, menyusul langkah Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon.

Keputusan ini menandai babak kelam bagi Italia yang kembali gagal tampil di panggung terbesar Sepak Bola Dunia, Piala Dunia FIFA 2026. 

Italia harus menelan pil pahit setelah disingkirkan Bosnia-Herzegovina melalui drama adu penalti di final play-off kualifikasi zona Eropa.

Gattuso, yang baru menjabat sejak Juni 2025, mengonfirmasi pengunduran dirinya setelah federasi dan dirinya mencapai kesepakatan bersama.

"Dengan berat hati, karena gagal mencapai tujuan yang telah kami tetapkan, saya menganggap masa jabatan saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir. Jersey Azzurri adalah aset paling berharga dalam sepak bola. Karena itu sudah tepat untuk mempermudah evaluasi teknis di masa depan sejak awal," ujar Gattuso.

Langkah Gattuso mengikuti keputusan Gravina dan Buffon yang lebih dulu meninggalkan jabatan mereka dengan alasan serupa, gagal memenuhi target utama membawa Italia kembali ke Piala Dunia.

Dalam pernyataannya, Gattuso tetap menyampaikan rasa bangga atas kesempatan memimpin Gli Azzurri serta memberi apresiasi kepada para pemain dan pendukung.

"Terima kasih terbesar saya tujukan kepada para penggemar, kepada semua warga Italia yang tidak pernah gagal menunjukkan cinta dan dukungan mereka kepada tim nasional selama beberapa bulan ini. Selalu dengan Azzurri di hati saya," kata Gattuso.

Gravina memberikan penghormatan atas kontribusi Gattuso selama masa singkatnya menangani tim nasional.

"Selain sebagai pribadi yang istimewa, dia telah memberikan kontribusi berharga sebagai pelatih, berhasil membangkitkan kembali antusiasme terhadap tim nasional hanya dalam beberapa bulan. Dia telah menanamkan rasa bangga yang besar pada para pemain dan seluruh negeri terhadap seragam biru tim nasional," kata Gravina.

Kegagalan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Italia setelah sebelumnya absen di edisi 2018 dan 2022. Catatan ini kontras dengan status mereka sebagai salah satu raksasa tradisional sepak bola dunia. 

Kini, dengan kosongnya posisi pelatih, presiden federasi, dan kepala delegasi, Italia menghadapi fase rekonstruksi besar-besaran demi mengembalikan kejayaan mereka di level internasional.