Sri Langka Beri Visa Turis Gratis Bagi 39 Negara, Termasuk Indonesia
Sabtu, 4 April 2026 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Sri Lanka menawarkan visa turis gratis selama enam bulan bagi warga dari 39 negara, termasuk Indonesia, untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata. Keputusan tersebut menandai komitmen Sri Lanka dalam memperluas akses masuk bagi wisatawan internasional.
Kebijakan ini diproyeksikan menjadi dorongan signifikan dalam menarik wisatawan global sekaligus memperkuat daya saing Sri Lanka sebagai destinasi unggulan di Asia Selatan.
Dengan kebijakan ini, pelancong dapat menikmati masa tinggal lebih panjang tanpa biaya visa, sebuah insentif yang jarang ditawarkan negara lain.
BACA JUGA
NTB Siap Jadi Magnet Wisata 2026, Kunjungan Ditargetkan Naik
Ancaman Penurunan Okupansi Hotel 2026, Industri Perhotelan Hadapi Tahun Rawan
Pajak Keberangkatan Jepang Naik Drastis, Traveler Indonesia Harus Siapkan Dana Ekstra
Program ini juga dirancang berdasarkan kerangka hukum melalui Undang-Undang Imigrasi dan Emigrasi, memastikan implementasinya berjalan sesuai regulasi.
Setelah melalui proses panjang sejak diajukan pertama kali pada Juli 2025, pemerintah akhirnya membawa kebijakan ini ke tahap persetujuan parlemen.
Daftar negara penerima fasilitas ini mencakup pasar wisata utama seperti China, India, Amerika Serikat, Inggris, hingga negara Eropa dan Timur Tengah.
Kehadiran Indonesia dalam daftar tersebut membuka peluang besar bagi wisatawan Tanah Air untuk menjelajahi keindahan Sri Lanka dengan lebih mudah dan hemat.
Dikenal dengan lanskap tropisnya yang memikat, Sri Lanka menawarkan kombinasi pantai eksotis, situs Warisan Budaya, hingga Taman Nasional dengan satwa liar.
Destinasi utamanya meliputi Sigiriya Lion Rock, kuil gigi di Kandy, safari macan tutul di Taman Nasional Yala, Kota Kolonial Galle, serta kebun teh sejuk di Ella dan Nuwara Eliya.
Dengan kebijakan visa gratis ini, negara tersebut berharap dapat meningkatkan Kunjungan Wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal turis.
Jika terealisasi penuh, kebijakan ini berpotensi menjadi game changer dalam peta pariwisata regional, terutama di tengah persaingan destinasi Asia yang semakin ketat dalam menarik wisatawan pasca-pandemi.
Sumber: dailynews.lk










