Petenis Argentina Buktikan Usia Bukan Halangan Tembus Top 100 Dunia
Sabtu, 4 April 2026 | 18:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Usia kerap dianggap sebagai batas dalam Olahraga profesional. Namun, Marco Trungelliti membalikkan narasi itu. Di usia 36 tahun, ia bersiap mencatat sejarah sebagai Petenis Tertua yang menembus 100 besar dunia dalam 50 tahun terakhir.
Pencapaian langka di era tenis modern itu datang setelah kemenangan dramatis Petenis Argentina itu atas Corentin Moutet di Perempat Final Hassan Grand Prix II, Maroko.
Trungelliti menang 4-6, 6-3, 6-4 pada pertandingan yang tidak hanya mengantarnya ke semifinal, tetapi juga mendorongnya ke peringkat 85 dunia dalam ranking live ATP Tour.
BACA JUGA
Kelelahan Parah Jadi Penyebab Novak Djokovic Mundur dari ATP 500 Doha
Duel Dua Generasi di Doha 2026: Ostapenko Hadapi Remaja Sensasional Mboko
Momen Hangat Nadal dan Iga Swiatek di Mallorca, Awal Kolaborasi Baru
“Masuk ke peringkat 100 besar adalah tujuan besar saya sepanjang karier. Dalam dua tahun terakhir, saya merasa semakin dekat, baik dari segi level permainan maupun mental,” ungkap Trungelliti, dikutip dari laman resmi ATP Tour, Sabtu.
“Secara fisik, saya juga tampil jauh lebih baik dibandingkan sepanjang hidup saya, dan itu sangat membantu. Ini luar biasa,” tambahnya.
Perjalanan menuju tonggak bersejarah ini tidak datang secara instan. Trungelliti memulai pekan di Maroko sebagai petenis peringkat 117 dunia, hanya sepekan setelah menjuarai turnamen ATP Challenger di Kigali, Rwanda.
Ia bahkan harus melewati babak kualifikasi sebelum akhirnya menumbangkan pemain unggulan, termasuk peringkat 52 dunia Kamil Majchrzak dan peringkat 32 dunia Moutet.
Rangkaian 10 kemenangan beruntun menjadi fondasi kebangkitan luar biasa ini.
Dengan perhitungan poin terkini, para pesaing di bawahnya tidak lagi memiliki cukup peluang untuk menyalip sebelum pembaruan ranking resmi pada 6 April, yang akan memastikan namanya masuk ke dalam 100 besar dunia untuk pertama kalinya.
Sepanjang kariernya, Trungelliti belum pernah menembus lebih tinggi dari peringkat 112 dunia, yang dicapainya pada 2019.
Dalam 19 musim profesional, ia telah memainkan 963 pertandingan tunggal, mencatat sembilan penampilan di babak utama Grand Slam dengan empat kemenangan, serta mengoleksi enam gelar ATP Challenger Tour.
Kini, di fase yang biasanya menjadi senja karier bagi banyak atlet, Trungelliti justru menemukan puncak performanya.
Ia dijadwalkan menghadapi Luciano Darderi di semifinal. Apa pun hasilnya, ia telah mengukir sejarah pribadi sekaligus membuktikan usia hanyalah angka.










