ID EN

18 Jam Menaklukkan Alam, Arif Wismoyono Finis Pertama di Kerinci100

Minggu, 5 April 2026 | 12:23

Penulis: Respaty Gilang

Pelari lintas alam Arif Wismoyono.
Pelari lintas alam Arif Wismoyono.
Sumber: [email protected]

Pelari lintas alam Indonesia, Arif Wismoyono, tampil impresif dengan keluar sebagai Juara dalam ajang Kerinci100 yang digelar di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada 4-5 Maret 2026. Ia berhasil mengungguli total 28 peserta dari dalam dan luar negeri pada kategori 100 kilometer.

Arif menyentuh garis finis pada Sabtu pukul 21.59 WIB setelah berjuang menaklukkan lintasan ekstrem selama kurang lebih 18 jam. Medan yang dilalui tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga mental, mulai dari jalur terjal pegunungan hingga kawasan rawa berlumpur.

Event ini mengambil latar utama kawasan Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera, yang menjadi salah satu rute paling menantang dalam lomba tersebut. Dari total peserta, Arif sukses menyingkirkan 12 pelari nasional dan 16 pelari internasional.

"Saya kira sudah habis, hutan itu (Gunung Tujuh), ampun hutan belantara, duri-duri tapi seru sih, terus rawa rawa "flat" tidak bisa lari, kata dia setelah tiba di garis kemenangan, Sabtu, 4 April 2026, malam.

Berdasarkan data panitia, Arif memulai tantangan menuju puncak pada pukul 05.54 WIB. Setelah menempuh tanjakan selama lebih dari dua jam, ia berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci (3.805 mdpl) pada pukul 08.26 WIB, sekaligus mencatatkan diri sebagai pelari maraton pertama yang mencapai titik tersebut dalam ajang ini.

Usai checkpoint pertama, Arif langsung melanjutkan perjalanan dengan menuruni gunung menuju jalur rimba berikutnya. Ia kemudian mencapai checkpoint kedua di Air Terjun Telun Berasap pada pukul 11.56 WIB, unggul sekitar 20 menit dari pesaing terdekat, Werfan Sinaga.

Perjalanan berlanjut menuju kawasan Danau Gunung Tujuh yang dikenal sebagai salah satu danau tertinggi di Indonesia. Arif mulai memasuki jalur ini pada pukul 12.43 WIB dan berhasil menyelesaikannya dalam waktu 1 jam 21 menit.

Tantangan belum selesai. Ia masih harus melewati kawasan Rawa Bento yang terkenal dengan medan berlumpur dan sulit dilalui. Meski menguras tenaga, Arif mampu menjaga konsistensi hingga akhirnya menyelesaikan lomba 100 kilometer sebagai yang tercepat.

Direktur Operasi lomba, Dian Ersukmara, menyebut bahwa Kerinci100 memiliki karakter lintasan yang unik dibandingkan lomba serupa di Indonesia. Kombinasi jalur gunung, hutan, hingga rawa menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.

"Lintasan dan hambatan belum banyak diketahui, bentang alam cara menyikapi beda bertemu rawa bagaimana menyikapi. Target kita untuk yang 100 kilo kira-kira 33 jam," kata Dian sebelum lomba dimulai.