Desa Wisata, Alternatif Sunyi di Tengah Riuh Liburan Akhir Tahun
Rabu, 17 Desember 2025 | 17:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Sumarwoto
Pantai, pusat kota, dan objek wisata utama kerap dipadati pengunjung pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Namun di Banyumas, Jawa Tengah, pemerintah daerah menawarkan Desa Wisata sebagai Destinasi Alternatif lebih tenang, autentik, dan berakar pada alam serta budaya lokal.
Ketika kalender mendekati akhir tahun, arus wisatawan biasanya mengalir deras menuju destinasi populer.
Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong penguatan desa wisata untuk memperluas pilihan berlibur masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
BACA JUGA
Jembatan Kabanaran Ikon Baru Selatan Yogyakarta, Menyatukan Arsitektur Modern dan Pariwisata
BMKG Imbau Pelaku Wisata Labuan Bajo Waspadai Peningkatan Curah Hujan
150 Desa Wisata di Sumatera Selatan Bakal Jadi Surga Baru Para Traveler
Pendekatan ini tak hanya dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan lebih bermakna, jauh dari keramaian, lebih dekat dengan kehidupan warga.
“Desa wisata memiliki peluang besar menjadi tujuan alternatif di tengah tingginya mobilitas wisatawan pada masa Liburan Akhir Tahun yang berkaitan dengan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Setia Rahendra di Purwokerto, Banyumas, Rabu.
Bagi Setia, desa wisata bukan sekadar pilihan cadangan. Ia menilai konsep ini mampu menawarkan pengalaman berbeda.
Menyusuri alam, berinteraksi dengan tradisi, dan merasakan ritme desa yang lebih pelan sekaligus menjadi solusi mengurangi penumpukan pengunjung di destinasi utama.
Pengembangan desa wisata di Banyumas tidak dilakukan serampangan. Setiap desa harus berangkat dari potensi nyata yang dimilikinya seperti keindahan alam, sumber air, maupun daya tarik lain.
Menurut Setia, skema tersebut diharapkan mampu menciptakan Pariwisata Berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa.
Dinporabudpar pun tak berhenti pada dorongan kebijakan semata. Berbagai aspek pendukung difasilitasi, mulai dari perizinan, pelatihan pengelolaan, hingga sosialisasi dan bimbingan teknis.
Keselamatan dan pelayanan, menjadi perhatian utama pada periode liburan akhir tahun ketika lonjakan kunjungan hampir tak terelakkan.
Pengalaman yang aman, tertib, dan ramah diyakini akan meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan dan mendorong mereka untuk kembali.
Keberadaan desa wisata diharapkan mampu mendistribusikan arus wisatawan secara lebih merata, sehingga tidak terpusat di satu lokasi saja.
“Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam rapat gabungan pengamanan Natal dan tahun baru guna memastikan aktivitas pariwisata di Banyumas berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat setempat,” pungkasnya.(Antara)










