150 Desa Wisata di Sumatera Selatan Bakal Jadi Surga Baru Para Traveler
Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Yudi Abdullah
Bayangkan berkeliling Sumatera Selatan (Sumsel), dari desa ke desa, menikmati pemandangan sawah hijau, aroma kopi robusta yang baru disangrai, hingga alunan musik tradisional yang menyambut tamu. Kini, pengalaman seperti itu tak lagi sekadar mimpi. Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sedang menyiapkan 150 desa wisata untuk dipromosikan ke tingkat nasional.
Langkah besar ini bukan hanya soal pariwisata, tapi tentang membangkitkan ekonomi masyarakat lokal dan menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah gempuran zaman modern.
“Sudah ada 135 desa yang kami masukkan list promosi dan 11 November 2025 ada tambahan 15 desa jadi total ada 150 desa,” ujar Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel, Vita Sandra, di Palembang, Selasa.
BACA JUGA
Lift Kaca di Nusa Penida: Antara Inovasi Wisata dan Komitmen Menjaga Alam Bali
Desa Wisata, Alternatif Sunyi di Tengah Riuh Liburan Akhir Tahun
Olahraga dan Pariwisata Berpadu, Banyuwangi Buktikan Sport Tourism Bisa Dongkrak Ekonomi
Menurut Vita, promosi desa wisata ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal agar mereka bisa mengelola potensi wisata di daerahnya sendiri.
Tak hanya menjadi penonton, warga diharapkan menjadi pelaku utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan berkelanjutan.
“Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” katanya.
Dari wisata alam hingga budaya dan sejarah, Sumsel memang kaya akan daya tarik. mulai dari hamparan hijau di Pagaralam, jejak sejarah di Palembang, hingga pesona alam di Musi Banyuasin. Semuanya siap dipoles agar menjadi destinasi unggulan yang ramah wisatawan.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah ini. Dengan mempromosikan 150 desa wisata,” tegas Vita.
Pemerintah juga mengapresiasi pihak-pihak swasta yang ikut terlibat lewat program corporate social responsibility (CSR) dalam pembinaan desa wisata.
Dukungan ini diharapkan bisa mempercepat pengembangan destinasi, terutama dalam hal pelatihan UMKM dan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.
“Desa wisata memberikan dampak positif bagi warga setempat, apabila difasilitasi seperti pelatihan-pelatihan untuk memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang produksinya bisa tersalurkan kepada para pengunjung yang datang ke desa itu,” kata Vita.
Program ini tak hanya membuka peluang wisata baru, tetapi juga menghadirkan kisah perjalanan yang lebih bermakna tentang gotong royong, kreativitas, dan semangat menjaga jati diri lokal di tengah modernitas.
Dengan 150 desa wisata yang siap dipromosikan, Sumsel perlahan menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata terlengkap di Indonesia, tempat di mana alam, budaya, dan masyarakat hidup berdampingan dalam harmoni.(Antara)***










