ID EN

Arti Medali Emas Bagi Riyan Jefri: Kemenangan di Ring, Harapan Masa Depan Keluarga

Rabu, 17 Desember 2025 | 16:00

Penulis: Arif S

Petarung Indonesia Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu
Petarung Indonesia Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu meraih emas nomor K-1 60 kg putra Kickboxing SEA Games 2025.
Sumber: Antara Foto/Muhammad Ramdan

Di tengah polemik yang membayangi kickboxing Indonesia di SEA Games 2025 Thailand, satu momen lahir dari ring di John Paul II Sports Center, Assumption University, Bangkok, Selasa 16 Desember 2025 sore. Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu berdiri tegak membawa Merah Putih ke puncak tertinggi.

Kumandang Lagu Indonesia Raya menjadi penanda, di balik segala kabar tak menyenangkan, kickboxing Indonesia masih punya cerita tentang daya juang dan harapan.

Sebelumnya, cabang ini berada dalam sorotan tajam. Isu pemulangan manajer tim Rosi Nurasjati, curahan hati atlet yang merasa dicurangi, hingga kabar simpang siur di media sosial membuat suasana kian keruh. 

Medali emas Jefri seolah menjadi alasan Indonesia masih bisa pulang dengan kepala tegak. Jefri datang nyaris tanpa persiapan. Ia mengaku dipanggil secara mendadak tanpa pemanasan panjang. Sebagai petarung, satu prinsip yang selalu ia pegang, siap kapan pun dan di mana pun. 

Di partai final nomor K-1 60 kilogram putra, Jefri berhadapan dengan petarung tuan rumah, Akkrit Kongtook. 

Pertarungan berlangsung ketat sejak ronde pertama. Jefri sempat tertinggal, terpancing ritme lawan, dan ditekan sorakan publik. 

Namun ia bertahan, membaca celah, menyamakan kedudukan, lalu membalikkan keadaan untuk menang 2-1. Emas itu akhirnya jatuh ke tangannya.

Di atas ring, Jefri adalah seorang juara, namun arti sesungguhnya dari medali emas itu justru terungkap ketika turun dari arena. 

Di ruang ganti, Jefri menangis. Bukan isak biasa, melainkan luapan emosi yang lama tertahan.

Ayahnya wafat setahun lalu, di tengah masa persiapan menuju pesta olahraga terbesar Asia Tenggara

Sosok sandaran moral dan pelindung keluarga itu pergi tanpa sempat menyaksikan putranya berdiri sebagai juara SEA Games. 

Emas Jefri buah perjalanan panjang seorang anak pertama yang sejak muda sadar hidup tidak memberinya banyak pilihan. 

Kickboxing bukan sekadar olahraga, tetapi alat untuk mengubah nasib keluarga. Setiap hari ia berlatih, menempa fisik dan mental, menahan lelah, menelan kecewa. 

Ia sempat melamar masuk Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia saat ayahnya masih hidup, namun selalu gagal. 

Dari kegagalan itu, Jefri kembali ke ring, ke bela diri, ke jalan sunyi yang akhirnya membawanya sejauh ini.

Dua bulan setelah PON 2024 Aceh-Sumatera Utara, ayah Jefri meninggal dunia. Duka itu datang bersamaan dengan tanggung jawab besar yang kini sepenuhnya berada di pundaknya. 

Dari emas PON 2024, Jefri mewujudkan pesan terakhir ayahnya, membeli rumah sederhana untuk keluarga.

Kini, melalui Emas SEA Games 2025, Jefri kembali menyimpan harapan. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk masa depan adik-adiknya. Ia menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mendapat kesempatan mengabdi melalui jalur TNI atau Polri.

“Saya anak pertama, punya empat adik. Ayah sudah tidak ada. Saya tulang punggung keluarga,” ujarnya.

Jefri tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia, termasuk Rosi Nurasjati, yang mendampinginya di masa sulit—memberi dukungan saat ia terpuruk oleh duka, dan membantunya bangkit hingga kembali berdiri sebagai juara.

Bagi Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu, medali emas itu lebih dari sekadar prestasi. Ia adalah bukti dari keterbatasan lahir keteguhan. Dari ring kecil di Bangkok, ia membawa pulang bukan hanya kemenangan, tetapi harapan bagi sebuah keluarga.(Antara)