Jamaah Umrah Mendominasi Langit Borneo, Rute Banjarmasin-Kuala Lumpur Jadi Gerbang ke Tanah Suci
Selasa, 16 Desember 2025 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Firman
Di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, arus penumpang internasional tengah membentuk pola yang khas. Sejak rute Banjarmasin-Kuala Lumpur resmi dibuka, jamaah umrah tampil sebagai wajah dominan dalam setiap penerbangan lintas negara dari Kalimantan Selatan.
Perjalanan udara ini bukan sekadar soal konektivitas, melainkan jalur spiritual, menghubungkan Borneo dengan Tanah Suci.
General Manager InJourney Airports Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengungkapkan sebagian besar penumpang pada rute internasional tersebut adalah jamaah umrah yang melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
BACA JUGA
Setelah Umrah ke Mana? Ini 6 Destinasi di Arab Saudi yang Wajib Dikunjungi
Pemerintah Resmikan Umrah Mandiri, Ibadah Menjadi Perjalanan Spiritual yang Lebih Personal
Ramai Polemik Umrah Mandiri, Anggota DPR Ingatkan Kemudahan Digital Tak Boleh Hilangkan Pengawasan
"Jika kami lihat profilnya lebih ke penumpang umrah yang berangkat menuju Jeddah via Kuala Lumpur," ujar General Manager InJourney Airports Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana di Banjarbaru, Senin.
Sejak dibuka pada akhir Oktober 2025, rute internasional pertama di bandara ini menunjukkan performa menjanjikan.
Tingkat keterisian penerbangan AirAsia pada rute Banjarmasin-Kuala Lumpur konsisten berada di kisaran 78 hingga 80 persen.
Angka tersebut mencerminkan kebutuhan mobilitas lintas negara yang kuat, meski sebagian besar disokong segmen perjalanan religius.
Dominasi jamaah umrah dalam penerbangan ini bukanlah fenomena kebetulan. Menurut Millyas, siklus keberangkatan umrah dari Kalimantan Selatan telah terbangun dengan stabil dan bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.
Hal ini menjadikan Banjarmasin sebagai salah satu simpul penting perjalanan ibadah dari wilayah timur Nusantara.
Di sisi lain, tantangan masih terasa ketika berbicara tentang arus wisatawan mancanegara yang datang dari Kuala Lumpur menuju Banjarmasin.
Millyas mengakui bahwa menarik pelancong internasional ke ibu kota Kalimantan Selatan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Pasalnya, citra Banjarmasin belum sekuat kota-kota destinasi wisata populer lain di Indonesia.
Namun, optimisme tetap mengemuka. Keberhasilan rute Kuala Lumpur yang mencatat keterisian tinggi menjadi pijakan penting untuk pengembangan jaringan penerbangan internasional selanjutnya.
Millyas meyakini Bandara Internasional Syamsudin Noor memiliki potensi untuk membuka rute-rute baru, seiring meningkatnya kepercayaan maskapai dan pasar.
Harapan pun diarahkan ke masa depan, ketika langit Banjarbaru tak hanya menghubungkan jamaah umrah ke Tanah Suci, tetapi juga membuka pintu bagi eksplorasi budaya, sungai, dan kehidupan khas Banjarmasin bagi wisatawan dunia.
Ia berharap, ke depan ada rute lain selain Kuala Lumpur misalnya ke Singapura.










