ID EN

Manajemen Malut United FC Kecam Keras Rasisme kepada Yance Sayuri usai Lawan Persib

Selasa, 16 Desember 2025 | 11:46

Penulis: Arif S

Pemain Malut United Gustavo Franca dan pelatih Hendri Susilo.
Pemain Malut United Gustavo Franca dan pelatih Hendri Susilo.
Sumber: Antara/Abdul Fatah

Kemenangan Malut United FC atas Persib Bandung justru meninggalkan noda. Manajemen Malut United mengecam keras aksi komentar kebencian dan rasisme yang dialami Yance Sayuri di media sosial setelah timnya menang 2-0 atas Persib Bandung dalam lanjutan Super League, 14 Desember lalu. 

Sorotan kini bukan lagi sekadar hasil pertandingan, melainkan persoalan serius yang kembali mencederai wajah sepak bola Indonesia.

Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, menyebut serangan tersebut diduga dilakukan  karena tidak terima dengan hasil laga. Menurutnya, tindakan itu mencoreng nilai sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi.

"Serangan tersebut diduga dilakukan oknum pendukung Persib Bandung usai laga Malut United kontra Persib, ini sangat disesalkan," ujar Asghar Saleh kepada Antara, Selasa 16 Desember 2025.

Asghar meminta peran aktif koordinator suporter Persib Bandung, bobotoh untuk menertibkan oknum yang kerap melakukan tindakan tidak terpuji di ruang publik digital. Ia menegaskan suara mayoritas suporter seharusnya menjadi benteng melawan rasisme.

Lebih jauh, manajemen Malut United menilai serangan rasisme terhadap Yance Sayuri bukan kejadian pertama. Asghar menyebut perilaku tersebut berulang, bahkan juga menyasar Yakob Sayuri, dan sama sekali tidak bisa ditoleransi dalam sepak bola profesional.

"Serangan rasis terhadap Yance dan juga Yakob Sayuri sudah berulang kali terjadi," katanya.  

Kritik juga diarahkan kepada PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia. Asghar mempertanyakan sikap federasi yang dinilai belum menunjukkan ketegasan, meski kasus serupa telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Sudah kami laporkan ke polisi, tapi sampai sekarang federasi terkesan diam. Tidak ada tindakan apa pun," kata Asghar.

Yance Sayuri menjadi sasaran komentar rasis di akun Instagram usai laga Malut United melawan Persib Bandung. 

Serangan itu mencuat setelah Yance terlibat insiden dengan kapten Persib, Marc Klok di menit ke-38.

Klok melakukan pelanggaran terhadap Yance yang kemudian bereaksi emosional dan sempat menunjukkan gestur ingin memukul rekannya di timnas Indonesia tersebut.

Manajemen Malut United berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka meminta semua pihak, mulai dari federasi, klub, hingga kelompok suporter, untuk bersama-sama memberantas rasisme demi masa depan sepak bola nasional yang lebih sehat.

Dukungan juga datang dari para mantan pemain timnas Indonesia. Boaz Salossa menegaskan penolakan terhadap rasisme harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar slogan.

"Saya mengajak mari seluruh pemain, suporter dan untuk kemanusiaan, kita tolak rasisme dalam sepak bola," kata Boaz.

Senada dengan itu, Rahmat Rivai menilai kasus rasisme yang menimpa Yance dan Yakob Sayuri sebagai persoalan serius yang menuntut komitmen nyata dari federasi.

"Sebagai mantan pemain sepak bola, mengecam dan menantang seluruh bentuk rasisme, apalagi komitmen dari federasi agar bertindak tegas kepada oknum-oknum penebar rasisme, mari menjaga semangat toleransi dalam dunia sepak bola," tandasnya.***