ID EN

Lamandau Exotic Borneo, Surga Alam dan Budaya yang Belum Terjamah

Senin, 15 Desember 2025 | 10:01

Penulis: Respaty Gilang

Lamandau
Ilustrasi - Salah satu wisata Lamandau.
Sumber: Antaranews

Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, resmi memperkenalkan logo dan tagline pariwisata terbaru bertajuk Lamandau Exotic Borneo. Langkah ini menjadi sinyal serius daerah yang berada di jantung Pulau Kalimantan tersebut untuk naik kelas sebagai destinasi wisata alternatif, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Di tengah tren wisata berbasis alam, budaya, dan pengalaman autentik yang semakin digemari generasi muda, Lamandau membaca peluang besar. Wilayah ini menawarkan kombinasi lanskap hutan tropis yang masih alami, sungai-sungai eksotis, serta kekayaan budaya Dayak yang belum banyak terekspos arus wisata massal.

“Lamandau Exotic Borneo adalah representasi dari potensi tersebut. Ini bukan hanya tagline, tetapi janji kami untuk menyajikan pengalaman wisata yang benar-benar eksotis dan otentik di jantung Borneo,” kata Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra di Nanga Bulik, Senin, 15 Desember 2025.

Tagline tersebut tidak hadir secara instan. Lamandau Exotic Borneo merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lamandau, khususnya Dinas Pariwisata, bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lamandau, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun identitas pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

Bagi traveler muda yang haus petualangan, Lamandau menawarkan konsep “hidden gem” yang kini menjadi buruan. Wilayah ini dikenal memiliki kawasan hutan yang masih lestari, air terjun alami, hingga jalur sungai yang cocok untuk aktivitas susur alam. Tak hanya itu, interaksi langsung dengan masyarakat lokal dan tradisi Dayak menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di destinasi mainstream.

Rizky menegaskan bahwa Lamandau memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikemas dengan narasi yang tepat agar mampu menarik minat wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat. 

Pengembangan pariwisata diharapkan tidak sekadar mendatangkan pengunjung, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha lokal yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lamandau Mickey Rian Juanda menjelaskan bahwa proses pemilihan logo dan tagline telah melalui kajian mendalam. Sejumlah diskusi dan masukan dari berbagai pihak menjadi dasar agar identitas baru ini benar-benar merepresentasikan karakter Lamandau.

Adapun logo baru Lamandau Exotic Borneo bersifat terbuka dan dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat maupun media. Kebijakan ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan promosi, khususnya di era digital ketika konten visual dan narasi perjalanan memiliki peran besar dalam memengaruhi pilihan destinasi wisata.

Pemkab Lamandau dan BPPD berharap wajah baru pariwisata daerah ini mampu menjadikan sektor wisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi. Dengan branding yang lebih kuat, Lamandau menargetkan masuk dalam radar wisatawan yang mencari destinasi anti-mainstream, ramah alam, dan sarat nilai budaya.

“Tagline Exotic Borneo dipilih untuk menyoroti keunikan dan daya tarik yang belum terjamah di Lamandau, menawarkan alternatif bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dari destinasi yang sudah umum,” tuturnya.

Lebih jauh, Mickey menjelaskan bahwa target utama dari peluncuran logo dan tagline ini adalah peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, Lamandau juga membuka peluang investasi di sektor akomodasi, transportasi lokal, serta jasa pariwisata berbasis komunitas.

Bagi generasi muda yang gemar traveling, Lamandau Exotic Borneo bisa menjadi jawaban atas keinginan menjelajah tempat baru yang masih alami, jauh dari keramaian, dan penuh cerita. Dengan branding yang semakin matang, Lamandau kini bersiap menempatkan diri sebagai destinasi petualangan yang patut masuk dalam bucket list perjalanan berikutnya.