New Kuta Golf Dongkrak Kinerja, PT Intra Golflink Resorts Tbk Catat Laba Stabil
Rabu, 3 Desember 2025 | 19:22
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Itsme
Sentul, Kab. Bogor - PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) memaparkan arah strategis dan capaian kinerja terbaru dalam Public Expose 2025 yang digelar sebagai bentuk transparansi perusahaan kepada publik dan para pemegang saham. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama GOLF Dwi Febri Astuti memimpin langsung paparan kinerja, proyeksi bisnis, hingga rencana pengembangan yang memperkuat posisi perusahaan sebagai pengembang resort, lapangan golf, dan destinasi wisata premium di Indonesia.
Dalam presentasinya, Dwi Febri Astuti menjelaskan bahwa sektor golf menjadi salah satu pilar kinerja perseroan pada 2025.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat terhadap golf premium, baik dari wisatawan domestik maupun internasional, terus meningkat,” ujarnya, Rabu, 3 Desember 2025.
BACA JUGA
Transformasi Industri Hospitality, Dwi Febri Astuti Dinobatkan Sebagai Pemimpin Inspiratif
Peduli Sesama, PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) Santuni 700 Anak Yatim dan Ibu Jompo Janda
Bupati Bogor Undang Pelaku Usaha, PT IGR Sampaikan Kontribusi untuk Pembangunan Daerah
New Kuta Golf juga menjadi salah satu penggerak utama. Pada kuartal III-2025, pendapatan dari unit tersebut melonjak 22,8 persen. Kenaikan juga terlihat dari sektor restoran dan jumlah rounds selama periode 9M25 yang membantu memperkuat margin operasional perusahaan. Kinerja golf secara keseluruhan mencerminkan konsolidasi yang solid dari seluruh unit leisure perseroan.
Dari sisi properti, sejumlah proyek hunian menunjukkan penyerapan pasar yang kuat. Klaster residensial Skopila di The Links Golf Villa Bali terjual 24 unit senilai Rp178,2 miliar hanya dalam tiga pekan. Proyek Bukit Tungo dan kawasan Palm Hill bersama Trinity juga mencatat tingkat penjualan 60–100%, menandakan tingginya minat terhadap hunian premium yang terintegrasi dengan fasilitas golf.
Proyek Sequoia Hills Sentul turut menjadi motor pertumbuhan. Penjualan lahan melalui skema KSO berkontribusi signifikan pada pendapatan kuartal III-2025. Serah terima awal unit dilakukan sepanjang 2025 sesuai rencana pengembang, memperkuat arus pendapatan properti perusahaan.
Kinerja Keuangan Menguat dan Struktur Aset Semakin Kokoh
Dwi Febri Astuti melaporkan bahwa perseroan membukukan marketing revenue Rp218 miliar per September 2025 dengan target akhir tahun mencapai Rp250 miliar. Laba bersih perseroan tercatat Rp106 miliar atau tumbuh 10,2 persen secara tahunan, mengindikasikan peningkatan kinerja yang stabil.
Dwi Febri Astuti juga mengumumkan capaian pendapatan kuartal III-2025 sebesar Rp109,6 miliar dan laba bersih Rp18,9 miliar.
“Kinerja didongkrak oleh New Kuta Golf, Palm Hill Sentul dan pengakuan penjualan lahan Sequoia Hills melalui KSO,” ujarnya.
Perseroan tercatat memiliki total aset Rp8,69 triliun per 9M25, sejalan dengan peningkatan aset tahunan yang mencapai Rp8,6 triliun. Sementara itu, bank loan berada di angka Rp600 miliar atau debt-to-asset ratio hanya 8%.
“Ini menunjukkan struktur keuangan yang kokoh dan konservatif, sehingga perusahaan berada pada posisi yang sangat sehat untuk ekspansi,” tutur Dwi.
Margin kotor perusahaan juga terjaga pada level 57,8 persen, meskipun beberapa proyek masih dalam masa capex. Dwi menegaskan bahwa kombinasi diversifikasi properti dan operasional golf menjadi strategi yang efektif untuk menjaga arus kas dan margin.
“Strategi diversifikasi properti dan operasional golf menjaga arus kas dan margin,” tegasnya.
Ekspansi Fasilitas Leisure dan Visi Jangka Panjang
Untuk memperkuat ekosistem destinasi wisata, GOLF terus memperluas fasilitas leisure yang mendukung pertumbuhan kawasan. Beberapa pengembangan prioritas meliputi Laskar Pelangi Beachwalk Plaza, area decor camping ground, hybrid driving range, serta pembangunan luxury boutique hotel Banyan Tree yang diproyeksikan memberikan kontribusi Rp200–300 miliar per tahun.
Aktivitas pengembangan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem golf tourism sekaligus memberikan pengalaman premium bagi wisatawan dan penghuni kawasan. Momentum tersebut turut mendapat dukungan dari pertumbuhan wisatawan internasional ke Bali serta meningkatnya minat global terhadap aktivitas golf.
Perusahaan juga menjalankan program tanggung jawab sosial melalui rehabilitasi puskesmas, pelestarian terumbu karang, hingga pemberdayaan UMKM lokal. Dwi menyebut bahwa sinergi antara leisure, pariwisata, dan properti tidak hanya memperkuat bisnis inti, tetapi juga mendorong dampak ekonomi regional.
Dalam penutupnya, Dwi Febri Astuti menegaskan bahwa arah jangka panjang perseroan tetap mengandalkan integrasi lapangan golf sebagai anchor dengan pengembangan properti serta hospitality sebagai sumber nilai tambah.
“Seluruh pengembangan dilakukan secara terkurasi agar memberikan pengalaman premium bagi pengunjung dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi golf tourism regional,” tegasnya.
Public Expose 2025 ini sekaligus menjadi bentuk komitmen GOLF terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, serta penyediaan informasi yang lengkap kepada seluruh pemangku kepentingan. Kinerja kuartal III 2025 juga menegaskan posisi GOLF sebagai pemain leisure–properti terintegrasi yang membutuhkan pengelolaan risiko matang untuk pertumbuhan berkelanjutan.










