ID EN

Sebelum Berangkat Umrah, Cermati Aturan Terbaru Visa Turis yang Dirilis Arab Saudi

Selasa, 2 Desember 2025 | 11:00

Penulis: Arif S

Kebijakan Umrah Mandiri
Kebijakan umrah mandiri yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
Sumber: Wikimedia

Perjalanan menuju Tanah Suci selalu menjadi pengalaman penuh makna, dan kini Arab Saudi membuka jalan baru yang lebih fleksibel bagi calon jemaah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengizinkan penggunaan visa turis untuk melaksanakan ibadah umrah. Perubahan besar ini memudahkan pelancong spiritual merencanakan keberangkatan.

Dalam laporan Kantor  Berita SPA pada Minggu 5 November 2025, Kementerian mengkonfirmasi seluruh jenis visa kini dapat digunakan untuk umrah, termasuk visa kunjungan pribadi dan keluarga, visa turis elektronik (e-turis), visa transit, visa kerja, dan jenis visa lainnya. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari penyederhanaan prosedur kedatangan dan perluasan akses layanan haji serta umrah sebagai dukungan terhadap Visi Saudi 2030.

Bagi calon jemaah yang ingin berangkat menggunakan visa turis, berikut panduan untuk membantu merancang perjalanan religius.

1. Manfaatkan Kemudahan Visa Turis Elektronik

Visa turis elektronik (e-visa) Arab Saudi berlaku selama satu tahun dengan masa tinggal hingga 90 hari yang sah digunakan untuk menunaikan umrah. 

Fleksibilitas ini memungkinkan pelancong mengatur perjalanan sesuai ritme pribadi, sembari menikmati pengalaman ziarah yang lebih panjang dan mendalam.

Selain aplikasi daring, Visa on Arrival tersedia di beberapa pintu masuk Arab Saudi untuk warga negara tertentu. 

Fasilitas ini sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan perjalanan spontan tanpa persiapan berbulan-bulan.

2. Cermati Aturan Visa Umrah yang Dipangkas Menjadi 30 Hari

Dilansir Saudi Gazette melalui sumber Al-Arabiya, Arab Saudi menerapkan aturan baru terkait masa berlaku visa umrah. Jangka waktu visa untuk masuk Tanah Suci kini hanya 30 hari sejak penerbitan, aturan sebelumnya berlaku tiga bulan.

Meski demikian, durasi masa tinggal jemaah tetap 90 hari setelah kedatangan, sehingga ibadah umrah tetap dapat dilaksanakan dengan tenang tanpa harus terburu-buru.

Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi prediksi lonjakan jemaah umrah saat suhu di Makkah dan Madinah mulai turun pasca musim panas. 

3. Gunakan Platform Nusuk Umrah untuk Perjalanan Mandiri

Bagi jemaah yang ingin merencanakan perjalanan lebih detail, platform Nusuk Umrah akan sangat membantu. 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan platform ini untuk mempermudah pemesanan layanan secara langsung tanpa perantara agen travel.

Melalui platform ini, calon jemaah dapat memilih paket umrah sesuai kebutuhan, mengurus izin umrah secara elektronik dan menentukan fasilitas yang diinginkan di Makkah dan Madinah.

4. Persiapkan Dokumen & Jadwal sesuai Aturan Baru

Dengan berbagai jenis visa untuk umrah, calon jemaah perlu memastikan paspor masih berlaku, visa turis atau visa lain memenuhi persyaratan, mematuhi jadwal penerbitan dan batas 30 hari visa umrah serta durasi perjalanan tidak melebihi batas tinggal 90 hari.

Persiapan detail akan memastikan perjalanan spiritual tetap lancar tanpa tersandung administrasi.

5. Ibadah dan Pengalaman Wisata Religi

Menggunakan visa turis memberi kebebasan bagi jemaah untuk mengeksplorasi lansekap budaya dan sejarah Arab Saudi. Dari museum Islam di Jeddah hingga rute perjalanan Nabi di Madinah.***