ID EN

Kejutan! Muncul Nama Baru Calon Pelatih Timnas Indonesia, Bukan Sosok Sembarangan

Senin, 1 Desember 2025 | 19:53

Penulis: Respaty Gilang

John Herdman
John Herdman salah satu kandidiat pelatih Timnas Indonesia.
Sumber: Instagram@torontofc

Nama John Herdman biasanya terdengar dalam konteks sepak bola Amerika Utara bukan Asia Tenggara. Tapi beberapa hari terakhir, media Inggris seperti Sky Sports melaporkan bahwa mantan pelatih timnas Kanada itu masuk dalam daftar kandidat pelatih Timnas Indonesia. 

Kabar ini langsung membuat skena sepak bola lokal gonjang-ganjing, apalagi mengingat Herdman bukan sosok sembarangan.

Herdman dikenal sebagai pelatih yang mampu mengubah dua tim nasional berbeda dalam dua periode yang jauh terpisah. Ia pernah membawa timnas wanita Kanada ke Piala Dunia 2015 sekaligus memberi mereka dua medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016. Ketika ia mengambil alih timnas putra, Kanada yang sebelumnya tenggelam dalam kompetisi CONCACAF berhasil ia percikkan kembali semangatnya, hingga akhirnya lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Itu pencapaian fenomenal karena Kanada terakhir tampil di Piala Dunia pada 1986.

Karier Herdman kemudian berlanjut ke level klub ketika Toronto FC menunjuknya sebagai pelatih kepala pada 2023. Meski klub MLS itu tidak langsung kembali ke papan atas, banyak laporan menyebutkan bahwa Herdman meningkatkan struktur bermain tim dan memulihkan atmosfer ruang ganti yang sebelumnya berantakan. 

Namun kebersamaan itu tidak berlangsung lama. Pada November 2024, Herdman mengundurkan diri di tengah gonjang-ganjing kasus drone yang menyeret federasi sepak bola Kanada. Media seperti Goal dan ESPN melaporkan bahwa situasi tersebut membuat fokus Timnas Kanada berantakan dan ikut berdampak pada proyeknya di Toronto.

Ketika PSSI mulai membuka pintu untuk mencari pelatih baru di Eropa, nama Herdman pun disebut-sebut ikut diwawancarai. 

Ketua BTN, Sumardji, mengonfirmasi bahwa beberapa anggota Komite Eksekutif bersama Direktur Teknik Alexander Zwiers telah menuju Eropa untuk menyeleksi kandidat. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci negara mana yang didatangi ataupun siapa saja kandidat yang disaring. 

Ketertutupan ini justru memperkuat spekulasi bahwa PSSI sedang menjajaki nama-nama yang punya reputasi internasional termasuk Herdman.

Secara rekam jejak, Herdman menawarkan sesuatu yang jarang dimiliki banyak pelatih yang pernah dikaitkan dengan Timnas Indonesia, pengalaman multifaset. Ia pernah memimpin tim nasional wanita, tim nasional pria, hingga klub MLS. 

Ia pernah bekerja dalam tekanan turnamen global seperti Piala Dunia dan Olimpiade. Ia terbiasa mengelola generasi pemain yang sedang dalam masa transisi, sesuatu yang relevan dengan kondisi skuad Garuda yang saat ini diisi kombinasi pemain muda, pemain naturalisasi, dan pemain yang sedang masuk puncak karier.

Namun di balik semua itu, ada juga tekanan dan tantangan besar yang akan ia hadapi bila benar mendarat di Indonesia. Herdman terkenal sangat detail dan menuntut disiplin. Gaya tersebut berhasil di Kanada yang punya struktur sepak bola modern dan kultur atletik kuat. 

Pertanyaannya, apakah ia bisa menerapkan standar yang sama di Indonesia, negara dengan dinamika sepak bola yang jauh lebih kompleks? Adaptasi budaya, struktur kompetisi, dan ritme liga lokal akan menjadi ujian tersendiri.

Selain itu, publik sepak bola Indonesia dikenal sebagai salah satu yang paling vokal di dunia. Ekspektasi bingkai “harus sukses cepat” sering kali jatuh ke pundak pelatih baru, baik dalam kompetisi regional seperti Piala AFF maupun kualifikasi major tournament. 

Dalam konteks ini, Herdman bisa jadi pilihan yang tepat atau justru berisiko tinggi bila tidak didukung penuh oleh federasi dan ekosistem yang stabil.

Yang menarik, Herdman sendiri tidak menutup peluang kembali ke tim nasional mana pun setelah keluar dari Toronto FC. Ia disebut masih ingin bekerja di level internasional karena merasa lingkungan tim nasional memberikan ruang yang lebih besar untuk proyek jangka panjang. 

Itu artinya, peluangnya untuk bergabung dengan Indonesia secara logis masih terbuka, terutama bila PSSI benar-benar melihatnya sebagai arsitek proyek jangka panjang, bukan solusi cepat.

Jika benar Herdman menjadi salah satu dari lima nama yang dikerucutkan PSSI, maka publik sepak bola Indonesia bisa bersiap melihat era baru, era di mana pelatih dengan pengalaman Piala Dunia mencoba bermain di ekosistem sepak bola Asia Tenggara yang penuh tekanan, penuh emosi, namun juga penuh potensi. 

Keputusan akhirnya bergantung pada proses seleksi PSSI dan apakah visi Herdman cocok dengan arah tim nasional ke depan.