ID EN

Jelang Duel Lawan Jake Paul, Anthony Joshua Akan Pakai Strategi Menekan Habis

Senin, 1 Desember 2025 | 13:45

Penulis: Respaty Gilang

Jake Paul vs Anthony Joshua
Jake Paul vs Anthony Joshua.
Sumber: Instagram@jakepaul

Mantan juara dunia kelas berat dua kali, Anthony Joshua, menegaskan bahwa ketika ia naik ring melawan Jake Paul pada 19 Desember 2025 di Miami, dia akan menekan habis, bahkan saat lawan belum sempat melepaskan pukulan. 

“Saya akan menekan bahkan saat lawan saya tidak memukul. Jadi, akan menarik untuk melihat bagaimana dia (Jake Paul) menghadapi tekanan seperti itu,” ujar Joshua. 

Ini bukan sekadar gertakan, duel ini resmi digelar sebagai pertarungan profesional delapan ronde di Kaseya Center, Miami, dengan sarung tangan 10 ons. 

Joshua sebelumnya sempat kalah KO dari Daniel Dubois pada September 2024. Kekalahan itu memicu pertanyaan besar soal kelanjutan kariernya di kelas berat. 

Sementara Jake Paul, dari figur kontroversial YouTuber hingga petinju yang dibicarakan punya rekam jejak 12 menang, 1 kalah (7 KO). 

Bagi Joshua, duel ini adalah kesempatan untuk bangkit, menegaskan bahwa dia belum habis, sekaligus membuktikan bahwa ia masih relevan di puncak dunia tinju berat. 

Namun, untuk Paul, ini lebih dari sekadar pertarungan, ini adalah peluang membungkam keraguan banyak orang tentang kemampuannya melawan petinju kelas atas. 

Tapi tidak semua orang setuju duel ini positif untuk dunia tinju. Ada yang menilai bahwa pertarungan ini bisa merusak reputasi petinju profesional, karena perbedaan pengalaman dan status yang terlalu timpang. 

Strategi & Tekanan, Faktor yang Bisa Menentukan Nasib

Joshua sudah memberi isyarat ia tidak akan sekadar mengandalkan kekuatan pukulan melainkan tekanan konstan ke Paul, memaksa lawan berada dalam kondisi tak nyaman, tanpa ruang bernapas. Itu bisa jadi taktik psikologis yang menentukan. 

Menurut analis tinju, jika Paul gagal mengantisipasi tekanan fisik dan mental seperti itu atau jika strateginya melulu mengandalkan kecepatan dan mobilitas pertarungan bisa cepat berakhir. 

Sementara bagi Joshua, kemenangan, apalagi KO, bukan hanya soal angka, tapi soal menjaga reputasi dan membuktikan bahwa dia masih berada di level elit dunia tinju. 

Duel ini merepresentasikan persimpangan antara dua dunia, tradisi tinju profesional dengan sejarah, gelar, dan Teknik, dan era modern di mana “sensasi” lewat media sosial bisa mendobrak ekspektasi.

Bagi pendukung tinju klasik, pertarungan ini menyimpan risiko mereduksi nilai kompetisi, karena perbedaan latar belakang antara Joshua dan Paul sangat jauh.

Tapi bagi generasi muda, kombinasi pengalaman Joshua dan nama besar Paul bisa jadi penarik perhatian yang besar, membawa tinju ke audiens baru.