ID EN

Arteta Kecewa Berat, Arsenal Tak Mampu Tekuk Chelsea yang Bermain dengan 10 Pemain

Senin, 1 Desember 2025 | 10:39

Penulis: Respaty Gilang

Mikel Arteta
Mikel Arteta kecewa Arsenal gagal menang lawan 10 pemain Chelsea.
Sumber: Antaranews

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tidak bisa menutupi rasa kecewanya setelah timnya gagal mengunci kemenangan meskipun Chelsea bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-38 akibat kartu merah untuk Moises Caicedo. Situasi yang seharusnya memberi keuntungan justru tidak mampu dimanfaatkan maksimal oleh The Gunners.

Di Stamford Bridge, Chelsea justru mampu membuka keunggulan lebih dulu lewat sundulan Trevoh Chalobah pada menit ke-48. Arsenal baru bisa membalas di menit ke-59 lewat gol Mikel Merino yang menerima umpan silang matang dari Bukayo Saka. Skor 1-1 bertahan hingga laga bubar.

Padahal, secara statistik Arsenal menguasai bola lebih banyak dan memiliki momentum besar setelah kartu merah Caicedo. Namun, aliran serangan mereka tak benar-benar mengancam gawang Chelsea.

Arteta tidak menutupi kekecewaannya. Ia menggambarkan pertandingan itu sebagai duel penuh intensitas dan agresivitas, minim aliran permainan, banyak pelanggaran, banyak kartu, dan sulit mengontrol tempo.

“Saya pikir hari ini kami seharusnya menang,” kata Arteta. 

Ia juga menyoroti bagaimana timnya justru mendapatkan empat kartu kuning tambahan setelah unggul jumlah pemain.

Ia menambahkan bahwa pekan ini memang sangat menguras tenaga tim. Arsenal baru saja melalui laga derby panas melawan Tottenham Hotspur dan duel berat kontra Bayern Munich di Liga Champions hanya dalam jarak tiga hari.

Menurutnya, kehilangan beberapa pemain penting seperti Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Leo Trossard turut mempengaruhi dinamika tim di derby London kali ini.

Hasil ini tidak sekadar membuat Arsenal kehilangan dua poin, tetapi juga momentum. Dengan lawan yang hanya bermain dengan 10 pemain, The Gunners sebenarnya punya semua modal untuk menang. Namun kegagalan memaksimalkan situasi ini menjadi refleksi penting bagi Arteta.

Secara permainan, Arsenal terlihat tidak cukup klinis. Beberapa peluang yang mereka ciptakan berujung buntu. Kondisi ini menunjukkan bahwa dominasi tidak akan berarti tanpa eksekusi akhir yang tajam.

Dari sisi taktik, Arsenal perlu meningkatkan kemampuan mengontrol laga ketika memiliki keunggulan jumlah pemain: mengendalikan tempo, mengurangi pelanggaran tidak perlu, dan memaksimalkan lini serang yang semestinya bisa lebih agresif.