Rahasia Besar Terungkap, Mantan Pelatih Argentina Selamatkan Messi dari Proyek Timnas Spanyol
Minggu, 23 November 2025 | 18:35
Penulis: Arif S

Sumber: Wikimedia
Megabintang Argentina Lionel Messi nyaris berseragam Timnas Spanyol pada tahun 2004. Kisah itu dimulai dari sebuah percakapan kecil yang didengar eks Pelatih Tim Tango, Jose Pekerman di Eropa.
Messi sudah tinggal di Spanyol sejak usia 13 tahun untuk menimba ilmu di La Masia. Pada usia 17, ia telah menembus tim senior Barcelona, meski belum menjadi pilihan utama.
Kecemerlangannya menarik perhatian banyak pihak, termasuk Timnas Spanyol yang saat itu sedang menyiapkan skuad untuk Piala Dunia U-20.
BACA JUGA
Lionel Messi Diminta Tunda Pensiun, Finalissima 2026 Panggung Penghormatan untuk Sang Legenda
Viral! Klub Eropa Ramai-ramai Edit Foto Messi Datang ke Stadion Mereka
Masih Jadi Magnet Sepak Bola Dunia, Lionel Messi Tampil Impresif di Laga 12 Juta Dolar AS Kontra Angola
Menurut cerita Pekerman dalam sebuah acara yang digelar Diario Ole dan dikutip The Athletic, minat Spanyol pada Messi sangat nyata.
Ketika sedang berada di Eropa, Pekerman mendengar seorang staf tim Matador membicarakan penyerang muda luar biasa berbakat yang belakangan ia tahu itu adalah Messi.
Spanyol bahkan sudah memantau Messi dalam turnamen U-17 di Finlandia dan menyesal karena mereka tidak membawa pemain itu.
"Staf Spanyol memberi tahu kami kalau anak itu (Messi) ada di skuad mereka, mereka pasti menang," ujar Pekerman.
Seandainya Messi tampil bersama Spanyol U-17 ketika itu, mengacu aturan FIFA, peluangnya memperkuat negara lain akan tertutup.
Begitu kembali ke Argentina, Pekerman langsung menghubungi Hugo Tocalli, pelatih Argentina U-20. Tocalli terkejut ketika Pekerman mengabarkan ada pemain yang “harus dipanggil” padahal daftar skuad hampir final.
"Mengapa sekarang kamu katakan ada seorang anak (yang harus dipanggil)?" tanya Tocalli.
Namun Pekerman memiliki misi yang lebih besar daripada sekadar memanggil pemain muda berbakat. Ia ingin memastikan Messi tetap menjadi milik Argentina.
"Saya bilang kepadanya, saya tidak ingin dia bermain kecuali diperlukan, saya hanya ingin dia bermain dalam laga persahabatan, menandatangani laporan pertandingan dan mengirimnya ke FIFA. Dengan begitu, Spanyol tidak bisa apa-apa lagi," lanjutnya.
Ia bahkan menyebut Messi sebagai masa depan sepakbola negaranya.
"Ia adalah pemain masa depan. Saya tak mungkin salah. Dia adalah kebangkitan baru sepak bola Argentina, sebuah berkah. Namun, karena dokumennya sudah disiapkan untuk bermain di Piala Dunia U-20 bersama Spanyol, yang bisa membuatnya terikat (bersama mereka), kami harus bergegas."
Kala itu, aturan FIFA memungkinkan seorang pemain mengikatkan statusnya hanya dengan tampil beberapa menit dalam laga persahabatan resmi.
AFA, di bawah pimpinan Julio Grondona, bergerak cepat mengatur pertandingan melawan Paraguay di Buenos Aires.
Messi turun pada babak kedua menggantikan Ezequiel Lavezzi. Ia mencetak satu gol dan menyumbang satu assist pada pesta 8-0. Dalam satu malam, Argentina “merebut” Messi dari Spanyol secara sah.
Bertahun-tahun kemudian, pada 2018, Messi mengungkapkan ada temannya yang pernah mengatakan ia akan meraih lebih banyak gelar jika memilih Spanyol.
"Tapi rasanya takkan sama. Jelas itu tak pernah terlintas di kepala saya. Menjadi juara bersama Argentina adalah sesuatu yang unik."
Dua dekade setelah nyaris “dibajak” Spanyol, Messi mengangkat trofi Piala Dunia 2022 bersama Argentina di Qatar setelah final dramatis melawan Prancis.
Sebuah akhir perjalanan yang mungkin tidak pernah terjadi jika Jose Pekerman tidak mendengar percakapan kecil di Eropa dan bertindak cepat.***










