ID EN

Mauricio Souza Puji Dominasi Persija dan Singgung Klaim Wasit Berat Sebelah Usai Kalahkan Persik Kediri

Jumat, 21 November 2025 | 08:00

Penulis: Arif S

Persija Jakarta menang atas Persik Kediri
Persija Jakarta menang atas Persik Kediri dengan skor akhir 3-1.
Sumber: Antara Foto/Mohammad Ayudha

Persija Jakarta terus melaju sebagai salah satu tim paling stabil di BRI Super League musim ini. Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Manahan, Surakarta, Kamis malam, menjadi bukti konsistensi Macan Kemayoran sekaligus memperpanjang tren positif mereka menjadi lima kemenangan beruntun. 

Namun kemenangan ini juga diselipi isu lain, kepemimpinan wasit yang dipersoalkan kubu lawan.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, menegaskan kemenangan ini sepenuhnya pantas diraih anak asuhnya. Ia menyebut Persija tampil lebih baik sejak menit pertama, bahkan ketika Persik sempat mencuri keunggulan lebih dulu lewat tendangan bebas Ezra Walian. 

“Kami lebih baik dari lawan sepanjang pertandingan. Sampai gol mereka, lapangan masih bisa dipakai untuk bermain. Setelah gol mereka itu lapangan tidak bisa lagi untuk kita bisa main dengan baik,” ujar Souza.

Meski tertinggal, Persija merespons dengan serangan lebih tajam pada babak kedua. Eksel Runtukahu membuka keran gol, disusul Maxwell yang mengubah skor menjadi 2-1, dan ditutup lesakan Witan Sulaeman untuk memastikan tiga poin. 

“Tapi saya percaya Persija dari menit pertama itu lebih baik dalam pertandingan ini. Kami kemasukan tapi kami tetap lebih baik di dalam lapangan,” tandasnya.

Kemenangan ini membuat Persija semakin kokoh di posisi kedua klasemen Super League dengan 26 poin. Momentum tersebut menjadi modal penting menuju pertandingan berikutnya.

Namun, sorotan lain muncul dari komentar kubu Persik yang menyinggung kepemimpinan wasit. Tuduhan berat sebelah mengemuka seusai laga, tetapi Souza memilih tidak terjebak dalam kontroversi itu. 

“Itu adalah pendapat mereka. Mereka membuat banyak pelanggaran. Mereka menghentikan pertandingan selama itu. Ada juga pelanggaran terhadap Arli (Arlyansyah Abdulmanan) itu, karena dia itu mengarah ke gawang. Itu seharusnya kartu merah,” jelasnya. 

Di tengah tensi pertandingan dan isu wasit, Souza tetap memberikan panggung bagi pemain muda. Figo Dennis, pemain 19 tahun, melakoni debutnya pada laga ini. Masuk sebagai pemain pengganti, ia mengaku emosional dan penuh rasa terima kasih. 

“Pertandingan kali ini sangat penting untuk saya, terutama saya harus berterima kasih dulu kepada pelatih, ofisial dan teman-teman senior yang ada di tim. Mereka sangat banyak memberikan saya masukan, dan kerja keras selama ini yang saya lakukan dengan teman-teman yang lain itu juga tidak mudah,” ungkap Figo.

Persija kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya, di mana mereka kembali menjamu lawan di Manahan. Kali ini PSIM Yogyakarta akan menjadi tamu pada 28 November, momen penting bagi Macan Kemayoran untuk menjaga momentum sekaligus terus menekan pemuncak klasemen.(Antara)