Keselamatan Berwisata Jadi Program Unggulan 2026, 200 Pemandu Wisata Ekstrem Dapat Pelatihan
Rabu, 19 November 2025 | 13:09
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Di tengah laju pesat industri pariwisata Indonesia, tahun 2026 akan menjadi titik penting. Bukan hanya karena upaya memulihkan sektor wisata pascapandemi telah mencapai stabilitas, tetapi karena pemerintah menempatkan keselamatan berwisata sebagai inti dari program unggulan nasional.
Langkah ini menjadi penegas, perjalanan bukan sekadar soal destinasi, tetapi kesiapan manusia dan sistem untuk menciptakan petualangan yang aman, bermakna, dan mendukung keberlanjutan.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan transformasi pariwisata Indonesia akan diperkuat melalui lanjutan program unggulan disertai inovasi baru.
BACA JUGA
Dari Desa Wisata hingga Michelin Keys, 2025 Jadi Tahun Positif Pariwisata Indonesia
Lima Program Unggulan Kemenpar 2026, Peta Jalan Pariwisata Indonesia
Pemerintah Pastikan Wisata Lebaran Aman dan Nyaman untuk Traveler
"Untuk tahun 2026, kami akan tetap melanjutkan program-program unggulan yang telah berjalan di 2025 sambil menghadirkan berbagai inovasi dan melakukan ekspansi program baru," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Keselamatan Wisata Ekstrem Jadi Fokus Utama
Salah satu sorotan program unggulan 2026 adalah penguatan kesiapsiagaan wisata ekstrem, sebuah sektor yang terus berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan pada aktivitas memacu adrenalin.
Kementerian Pariwisata akan menghadirkan upskilling dan reskilling untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata, terutama pemandu di lapangan.
Sebanyak 200 pemandu, termasuk pemandu gunung, wisata tirta, dan selam akan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi serta sertifikasi.
Widiyanti mengatakan melalui program itu Kementerian Pariwisata akan melakukan upskilling dan reskilling untuk peningkatan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan wisata ekstrem.
"Termasuk untuk lokasi yang mengarah ke wisata ekstrem," kata Widiyanti.
Pendekatan ini menempatkan keselamatan sebagai fondasi pengalaman wisata. Bagi wisatawan, kehadiran pemandu bersertifikat bukan hanya meningkatkan rasa aman, tetapi membangun kepercayaan bahwa Indonesia serius mengelola sektor petualangannya.
Desa Wisata: Jantung Pemberdayaan dan Keberlanjutan
Tak hanya wisata ekstrem, program Desa Wisata juga kembali dilanjutkan pada tahun 2026. Kementerian Pariwisata menargetkan penguatan jejaring lebih dari 6.100 desa wisata—ruang-ruang kecil yang menyimpan potensi besar.
Program ini menyasar pendampingan desa-desa berpotensi, meningkatkan kualitas daya saing, dan memastikan pengelolaan berjalan secara berkelanjutan.
Desa wisata bukan sekadar tempat singgah tetapi juga cerita budaya, alam, dan masyarakat lokal yang saling terhubung dalam harmoni.
Mengangkat Minat Khusus untuk Wisata Berkualitas

Sumber: Antara/Hreeloita Dharma Shanti
Dalam skema Pariwisata Berkualitas, pemerintah memprioritaskan wisatawan berdaya beli tinggi dengan minat lebih spesifik. Gastronomi, seni, kebugaran, bahari, hingga wastra akan menjadi wajah daya tarik baru Indonesia.
"Kami akan lanjutkan kegiatan kurasi daya tarik termasuk usaha yang dilakukan oleh UMKM dan pelaku aircraft dan juga Wonderful Indonesia Gourmet serta Wonderful Indonesia Wellness, serta pendampingan dan pembinaan usaha," ucapnya.
Pendekatan kurasi ini memastikan pengalaman yang ditawarkan tidak hanya menarik, tetapi autentik dan berdaya saing global.
Event by Indonesia dan Tourism 5.0: Masa Depan Pariwisata Berbasis Teknologi
Sementara itu, program Event by Indonesia akan dikembangkan melalui kurasi Karisma Event Nusantara (KEN), memanfaatkan platform teknologi untuk mempromosikan ragam acara di seluruh Indonesia. Pemerintah menyiapkan platform terpadu untuk mempermudah akses informasi dan perizinan event.
"Kami akan alihkan (program) ke event lewat pengembangan platform terpadu untuk perizinan event. Adapun selain program unggulan ini, masing-masing kedeputian juga menjalankan program kerja sebagaimana seharusnya," katanya.
Program Tourism 5.0 menegaskan peran teknologi sebagai pilar utama pariwisata modern, efektif, berkualitas, mudah diakses, dan relevan dengan pasar global.
Dengan masuknya aspek keselamatan berwisata dalam program unggulan 2026, Indonesia menegaskan komitmennya menghadirkan industri pariwisata yang tidak hanya memukau, tetapi juga melindungi setiap manusia dan lingkungan di dalamnya.(Antara)***










