ID EN

Negara Asia Terfavorit Turis Global 2024, Mana yang Paling Banyak Dikunjungi?

Selasa, 18 November 2025 | 09:58

Penulis: Arif S

Wisata Hongkong
Ilustrasi - Pesona wisata Hongkong.
Sumber: Pixabay

Di tengah upaya pemulihan perjalanan global pasca-pandemi, jutaan pelancong kembali bergerak menyeberangi benua, memetakan ulang rute wisata dunia. Dari Eropa hingga Amerika, destinasi populer kembali hidup, namun di antara deretan itu, Asia menawarkan denyut  berbeda, keseimbangan antara tradisi kuno, lanskap ekstrem, dan kota yang seakan tidak pernah tidur. 

Dari riset perjalanan Go2Africa yang dikutip Forbes, empat negara Asia masuk dalam daftar 15 besar destinasi paling banyak dikunjungi wisatawan pada 2024.

Dalam lanskap perjalanan dunia yang terus berubah, Asia kembali memancarkan magnet lamanya. Bagi banyak orang, benua ini adalah perjalanan yang tak hanya mengisi album foto, tetapi juga menajamkan rasa ingin tahu.

1. Hong Kong - 44,5 Juta Pengunjung

Di antara Gedung pencakar langit dan gang pasar beraroma nostalgia, Hong Kong menjadi simpul tempat Timur dan Barat membentuk ritme urban yang khas. 

Meski bukan negara berdaulat, wilayah ini tetap menjadi salah satu pusat wisata terbesar di Asia. 

Menurut laporan itu, Hong Kong memadukan modernitas dan tradisi melalui jajaran gedung tinggi, kuil kuno, serta kuliner internasional.

Victoria Harbour berkilauan setiap malam, menjadi panggung pertunjukan cahaya yang tercermin pada laut. 

Pasar Mong Kok menggeliat dengan warna-warni neon dan suasana yang begitu dekat dengan kehidupan lokal. 

Dan di antara labirin kuliner, restoran Michelin seperti Tim Ho Wan menjadi destinasi rasa yang tak boleh dilewatkan.

2. Jepang - 36,9 Juta Pengunjung

Jepang adalah perjalanan yang mengundang kontemplasi. Pelancong bisa menikmati sakura yang gugur pelan di Kyoto, sisi futuristik Shibuya Crossing, hingga kecepatan kereta peluru. 

Negara ini berdiri sebagai representasi Asia Timur yang mampu menjaga tradisi sambil menatap masa depan.

Jepang berhasil memadukan tradisi dan teknologi modern. Tokyo menampilkan sisi futuristik, sementara Kyoto menawarkan ketenangan melalui kuil-kuil tua dan hutan bambunya.

Gunung Fuji tetap menjadi ikon alam yang memanggil para pendaki dan fotografer. Wisatawan juga datang untuk mengalami musim sakura, menikmati sushi otentik, atau sekadar merasakan ritme kota yang berjalan dalam harmoni presisi.

3. Thailand - 35,5 Juta Pengunjung

Thailand adalah pintu gerbang Asia Tenggara bagi banyak pelancong dunia. Perpaduan antara spiritualitas tropis, pulau biru dan pasar malam penuh kehidupan.

Pulau seperti Phuket dan Koh Samui memikat lewat pantai keemasan dan airnya yang tenang. 

Bangkok menawarkan dualitas, kuil berdiri berdampingan dengan pusat perbelanjaan megah. Sementara street food menjadi daya tarik kuliner tak tertandingi.

Sebagai destinasi ramah, terjangkau, dan penuh warna, Thailand selalu menjadi pilihan pertama bagi pelancong yang ingin mencicipi Asia untuk pertama kalinya.

4. China - 32 Juta Pengunjung

Tidak banyak negara yang memanjakan wisatawan seperti China. Tembok kuno memanjang seperti jejak sejarah, kota modernnya berdenyut dengan kecanggihan teknologi, dan lanskapnya terbentang dari gurun hingga pegunungan bersalju.

Dengan 32 juta pengunjung, China mempertahankan daya tarik megastrukturnya, dari Beijing yang sarat sejarah hingga Shanghai yang futuristik. 

Ragam budaya, kuliner regional, dan warisan ribuan tahun membuat negara ini terus menjadi episentrum perjalanan Asia.

Asia dalam Peta Wisata Dunia: Tradisi dan Kota yang Terus Bergerak

Jika Prancis dan Spanyol tetap merajai daftar global, kehadiran empat negara Asia di 15 besar menunjukkan bagaimana benua ini telah menjadi jantung perjalanan modern.

Asia bukan hanya destinasi tetapi pengalaman lintas budaya yang memadukan kota yang tumbuh vertikal, kuliner membangkitkan cerita, lanskap alami seperti lukisan hidup, dan tradisi di tengah modernitas.

Perjalanan ke Asia selalu menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar kunjungan, tetapi  aproses memahami dunia yang kaya dan berlapis.***