ID EN

Menjelang 2026, Ini Alasan Traveling di Indonesia Makin Murah dan Makin Seru

Minggu, 16 November 2025 | 11:05

Penulis: Respaty Gilang

Traveling
Ilustrasi traveling murah.
Sumber: Pixabay

Tahun 2025 jadi tahun yang menarik buat para traveler Indonesia. Di tengah geliat pariwisata dunia yang semakin kompetitif, pemerintah lagi-lagi memutar otak buat memastikan momentum bangkitnya pariwisata nasional nggak cuma bertahan, tapi justru makin ngebut masuk 2026. Buat para petualang muda yang suka berburu promo, staycation cantik, sampai festival lokal, tahun ini bisa dibilang sebagai prime time buat eksplorasi.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai rangkaian stimulus untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata tetap stabil. Bahkan, menurut Widiyanti, strategi ini udah dirancang bukan cuma buat angka ekonomi semata, tapi juga untuk mendorong traveler agar semakin aktif jalan-jalan.

“Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, kami akan terus mendorong promosi, serta melakukan sosialisasi dan pemantauan kepatuhan bersama OTA (agen perjalanan daring) dan para pemangku kepentingan,” kata Widiyanti dalam Laporan Kinerja Bulanan di Jakarta, Sabtu, 15 November 2025.

Dengan kata lain, kebijakan ini bukan cuma urusan angka pemerintah, ini tentang memastikan pengalaman traveling kamu semakin enak, mudah, dan murah.

Traveling Murah Menjelang Nataru

Dari sisi kebijakan, stimulus ekonomi 8+4+5 jadi fondasi baru buat mendukung industri wisata. Dua program yang langsung nyambung ke traveler adalah insentif PPh 21 untuk pekerja pariwisata dan program magang pariwisata setahun penuh yang membuka ratusan peluang.

Namun highlight paling kerasa buat anak muda jelas promo jelang akhir tahun.

Pemerintah menyiapkan diskon perjalanan wisata untuk periode 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026. Ini bukan diskon receh, harga turun 13–14% untuk tiket pesawat, 30% untuk kereta, dan gratis biaya jasa pelabuhan buat penyeberangan. Untuk rute laut, diskon 20% berlaku mulai 17 Desember.

Kalau kamu tipe yang suka last minute trip ke kota lain buat healing menjelang tutup tahun, ini saat yang tepat buat berangkat tanpa bikin kantong nangis.

Hotel Indonesia Melesat ke Panggung Dunia

Di sisi lain, kualitas penginapan Indonesia juga ikut naik kelas. Tahun ini, nama Indonesia makin sering disebut dalam daftar-daftar prestisius dunia. Pada 8 Oktober 2025, MICHELIN mengumumkan MICHELIN Keys 2025, penghargaan khusus hotel terbaik dunia dalam kategori kenyamanan, desain, dan pengalaman.

Dari sekitar 7.000 hotel dalam The MICHELIN Guide, 33 hotel Indonesia sukses membawa pulang penghargaan ini. Nggak cuma itu, dua hotel tanah air juga berhasil masuk daftar The World’s 50 Best Hotels, sebuah pencapaian yang bikin Indonesia makin diperhitungkan sebagai destinasi hospitality kelas dunia.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut hal ini sebagai sebuah capaian penting.

“Pencapaian ini menandai babak baru peningkatan kualitas industri perhotelan Indonesia, sejalan dengan program Pariwisata Naik Kelas, serta mempertegas posisi Indonesia sebagai destinasi berkelas dunia,” katanya.

Hasilnya? Traveler kini punya lebih banyak pilihan hotel yang nggak cuma nyaman tapi benar-benar layak masuk bucket list buat staycation.

Gastro Tourism Naik Daun

Bukan cuma hotel yang bersinar, dunia kuliner Indonesia juga makin dilirik. Program Wonderful Indonesia Gourmet jadi jembatan yang memperkenalkan gastronomi Nusantara ke dunia internasional.

Salah satu acaranya adalah gastro-tour di Jakarta dan Bali pada 25 September–1 Oktober 2025 yang mengundang 15 jurnalis dan KOL internasional. Mereka diajak menjelajahi dapur Indonesia, dari warung tradisional sampai restoran fine dining, membawa cerita tentang rendang, soto, sambal, dan ragam kuliner lokal lain ke media internasional.

Ini berita bagus buat traveler muda yang doyan wisata kuliner, eksposur global ini biasanya diikuti dengan lahirnya spot-spot makan baru, inovasi menu lokal, dan event kuliner yang makin banyak.

Festival Keren di Mana-Mana

Kalau kamu tipe yang suka nonton festival musik, parade budaya, atau event outdoor, tahun 2025 benar-benar jadi tahun yang penuh pilihan. Dari 89 kegiatan Karisma Event Nusantara (KEN) yang sudah digelar, 81 di antaranya sudah mencatat dampak nyata dengan catatan 10,66 juta pengunjung, transaksi ekonomi Rp815,39 miliar, melibatkan lebih dari 14 ribu UMKM, 96 ribu pekerja seni, plus membuka 99 ribu lapangan kerja.

Dan masih ada 12 event menarik lainnya lagi hingga akhir tahun. Artinya? Kalender traveling kamu bakal makin penuh kalau mau nyarinya.

Buat traveler lokal yang suka suasana festival di kota kecil, KEN bisa jadi titik awal buat nemu tempat-tempat baru yang sebelumnya nggak kamu kenal.

Desa Wisata Makin Mendunia

Dua desa wisata Indonesia kembali mencatat prestasi global lewat ajang Best Tourism Villages (BTV) 2025 oleh UN Tourism.

Desa Wisata Pemuteran (Bali) meraih predikat Best Tourism Village sementara Desa Wisata Osing Kemiren (Banyuwangi) masuk Upgrade Programme.

Keduanya memperkuat posisi Indonesia dalam tren global rural tourism atau wisata desa. Menariknya, empat desa wisata Indonesia yang sebelumnya menerima penghargaan serupa mencatat lonjakan kunjungan hingga 13,10% dan kenaikan pendapatan masyarakat 22,46%. Data ini menunjukkan bahwa wisata desa bukan tren sesaat—ini masa depan.

Buat traveler muda, desa-desa ini menawarkan pengalaman yang beda dari destinasi mainstream, lebih otentik, lebih tenang, dan sering kali jauh lebih murah.

Wisata Ramah Muslim

Indonesia juga bergerak serius sebagai destinasi ramah muslim. Kolaborasi dengan BPJPH melalui proyek sertifikasi halal sejak Juli 2025 sudah menghasilkan 438 produk UMKM bersertifikat halal, dan cakupannya akan diperluas ke 1.500 desa wisata di 15 provinsi.

Pada 9 Oktober 2025, Kementerian Pariwisata juga merilis Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025, sebuah indeks yang menilai kesiapan destinasi dalam melayani wisatawan muslim. Ini penting banget mengingat Indonesia terus bersaing dengan Malaysia, Turki, dan negara-negara Timur Tengah untuk memimpin pasar global halal tourism. (Antara)