ID EN

'Travel with Meaning' Visi Baru Pariwisata Indonesia yang Berkelanjutan

Minggu, 12 Oktober 2025 | 11:08

Penulis: Respaty Gilang

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam pembukaan Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) di Maya Resort & Spa Sanur, Bali.
Sumber: Antaranews

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meyakini bahwa kekayaan alam dan ragam budaya Nusantara merupakan modal besar yang akan membawa Indonesia menjadi destinasi unggulan dunia.

“Dengan lahan dan lautan yang terbentang luas serta budaya yang begitu kuat, kekayaan yang kita miliki bukan hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga modal besar untuk masa depan pariwisata Indonesia," ujar Widiyanti sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, 12 Oktober 2025.

Dalam pembukaan Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) di Maya Resort & Spa, Sanur, Bali, Sabtu, 11 Oktober 2025, Widiyanti menegaskan bahwa Indonesia dikaruniai alam yang indah, tradisi yang mengakar, serta keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dunia.

Menurut Widiyanti, arah baru pariwisata Indonesia bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman yang mereka dapatkan.

“Kita ingin membangun pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan kultural bagi masyarakat setempat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan inklusi sosial serta keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, dengan kekayaan budaya dan warisan Nusantara yang luar biasa, sektor pariwisata kini menjadi bagian penting dari Asta Cita, visi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Fokus baru ini diyakini akan membuka peluang besar dalam memperkuat citra Indonesia di kancah global sekaligus mendukung ekonomi nasional melalui pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Transformasi Menuju Pariwisata Berkualitas

Untuk mencapai hal itu, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai program strategis. Beberapa di antaranya:

Gerakan Wisata Bersih, untuk mendorong kesadaran lingkungan di destinasi wisata.

Kharisma Event Nusantara (KEN), yang mengangkat potensi budaya dari berbagai daerah.

Wonderful Indonesia Gastronomy dan Wonderful Indonesia Wellness, yang menghubungkan kuliner dan kesehatan sebagai daya tarik baru.

Pengembangan Desa Wisata, agar manfaat pariwisata dapat langsung dirasakan masyarakat lokal.

Selain itu, kementerian juga sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, serta Peraturan Presiden tentang Dana Pariwisata Berkualitas atau Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF).

Dana ini akan difokuskan untuk mendukung program-program transformatif, mulai dari event internasional hingga pengembangan ekosistem wisata berkelanjutan.

Branding Adalah Investasi

Sementara itu, Menteri Pariwisata periode 2014–2019 Arief Yahya menegaskan pentingnya promosi dan branding sebagai elemen kunci pengembangan sektor ini.

“Promosi itu investasi. Misalnya, jika nilai brand kita naik 10 persen, maka pertumbuhan sektor pariwisata bisa meningkat 11 persen. Jadi, branding ‘Wonderful Indonesia’ sejatinya adalah bentuk investasi strategis bagi sektor ini,” ujar Arief.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan pariwisata Indonesia bukan hanya ditentukan oleh keindahan alam atau kekayaan budaya, tetapi juga bagaimana kita mampu mengemas dan memasarkan potensi itu dengan cara yang menginspirasi dunia.

Pariwisata Indonesia kini berada di persimpangan penting, saat alam, budaya, dan kreativitas berpadu untuk membawa wajah baru pariwisata yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih membanggakan.