ID EN

Ini Syarat dari Ancelotti Agar Neymar Bisa Bela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Kamis, 13 November 2025 | 10:00

Penulis: Arif S

Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti
Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti.
Sumber: Wikimedia

Kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru Timnas Brasil belum sempat dirasakan langsung Neymar. Meski statusnya sebagai legenda sepak bola Brasil tak terbantahkan, Ancelotti memberi sinyal tegas, pintu tim nasional tetap terbuka tapi hanya bagi mereka yang siap secara fisik dan intensitas permainan.

“Wajar (menanyakan itu) karena Neymar itu seorang legenda sepakcbola Brasil. Semua orang menginginkan Neymar kembali ke kondisi fisik terbaiknya,” ujar Ancelotti kepada Placar.

Selama karier gemilangnya, Neymar telah tampil 128 kali bersama Brasil, mencetak 79 gol dan 59 assist. Capaian ini menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah Seleçao. Namun, bintang berusia 33 tahun itu belum juga mengenakan jersey kuning-hijau sejak dua tahun terakhir.

Laga terakhir Neymar bersama tim nasional saat Brasil kalah 0-2 dari Uruguay di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan itu juga menjadi momen pahit karena ia mengalami cedera ACL parah. Setelah pulih, Neymar masih kesulitan mencapai kebugaran ideal akibat cedera hamstring yang berulang sejak musim lalu.

Akibatnya, nama Neymar kembali tidak masuk skuad Brasil untuk dua laga uji coba melawan Senegal (15 November 2025) dan Tunisia (18 November 2025). 

Meski demikian, Ancelotti memastikan seluruh jajaran tim termasuk staf dan pemain  mendukung penuh proses pemulihan Ney.

“CBF, pelatih, staf teknis, para pemain berharap Neymar bisa kembali ke level terbaik,” lanjut pelatih asal Italia yang pernah membesut AC Milan, Chelsea, Real Madrid, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain itu.

Namun, Ancelotti tak menutup mata terhadap realitas sepak bola modern yang semakin menuntut aspek fisik dan intensitas tinggi.

“Hal yang sebenarnya adalah sepakbola sekarang ini menuntut banyak hal. Tidak hanya bakat, melainkan juga kondisi fisik, intensitas. Mudah-mudahan Neymar bisa kembali ke level terbaiknya,” harapnya.

Dengan catatan karier tiga Copa America (2010, 2016, 2019) dan tiga Piala Dunia (2014, 2018, 2022), Neymar masih menjadi ikon besar yang dirindukan publik Brasil. 

Namun, di bawah tangan dingin Ancelotti, tempatnya di tim utama tak lagi otomatis — melainkan harus diperjuangkan lewat kebugaran dan konsistensi.

Akankah Ancelotti memanggil Neymar lagi? Jawabannya mungkin tergantung seberapa cepat Neymar siap kembali bugar sepenuhnya.***