Menaklukkan Langit Chongqing: Sensasi Maraton Vertikal di Negeri Seribu Tangga
Selasa, 11 November 2025 | 10:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Xinhua
Lebih dari 400 peserta berdiri di garis start Raffles City Chongqing ketika kabut pagi masih menggantung di titik pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing. Mereka bersiap menghadapi tantangan tak biasa, mendaki 1.178 anak tangga melewati 42 lantai untuk mencapai puncak sebuah gedung pencakar langit horizontal, landmark megah di jantung Chongqing.
Inilah Raffles City Chongqing Vertical Challenge 2025, ajang maraton vertikal yang mengubah gedung ikonik menjadi arena lari menuju langit.
“Ini adalah maraton vertikal pertama saya, dan rasanya benar-benar berbeda dari berlari di arena datar,” ujar Li Xiaotong, salah satu peserta.
BACA JUGA
Wakil Indonesia Kembali ke Dakar, Julian Johan Siap Arungi Reli Paling Ekstrem di Dunia
Mengenal Piring Terbang, Cabang Olahraga Unik yang Debut di SEA Games 2025
Bali Tuan Rumah Red Bull Cliff Diving World Series 2026, Sport Tourism Makin Menguat
“Ajang ini menguji daya tahan kardiovaskular, explosive power, dan tekad kita secara sekaligus.”
Menyapa Kota dari Langit
Di setiap lantai yang berhasil ditaklukkan, panorama kota Chongqing mulai menyingkap wajahnya. Lembah yang diselimuti kabut, aliran sungai berkelok, dan deretan gedung menjulang.
Para pelari bukan hanya menantang fisik, tapi juga menikmati pengalaman melihat kota dari sudut pandang berbeda.
“Tantangan vertikal tidak hanya memperkuat tubuh, tetapi juga memungkinkan saya untuk melihat lanskap perkotaan Chongqing dari sudut pandang yang baru,” ujar Zheng Chang dari Xi’an.
Bagi sebagian orang, maraton vertikal mungkin terdengar ekstrem. Namun di Chongqing, kota yang dijuluki *City of Mountains*, menaklukkan ketinggian sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
Dari Gedung Tertinggi ke Stasiun Terdalam
Setelah Raffles City, petualangan vertikal lain menanti di Stasiun Hongyancun, stasiun kereta bawah tanah terdalam di China dan kedua terdalam di dunia.
Di sinilah Hongyancun Vertical Marathon digelar. Ajang ini menguji para peserta menaklukkan 860 anak tangga, mendaki 141 meter dari perut bumi hingga ke permukaan, setara dengan 39 lantai gedung pencakar langit.
Menariknya, stasiun yang biasanya penuh penumpang kini berubah menjadi lintasan lomba terbuka untuk publik. Cukup dengan memindai kode QR, siapa pun bisa mencoba trek yang sama.
“Berlari dalam maraton vertikal di stasiun kereta bawah tanah membuat saya bisa lebih memahami Chongqing dan merasakan ritme kehidupan di kota ini,” kata Kira, mahasiswa asing di Universitas Chongqing.
Ketika Alam dan Olahraga Menyatu
Kegiatan seperti maraton vertikal hanyalah sebagian kecil dari gebrakan Chongqing dalam menggabungkan olahraga dan pariwisata.
Kota bergunung ini memanfaatkan lanskap ekstremnya untuk menciptakan “wisata aktif” yang penuh tantangan, dari pendakian gedung tinggi, lomba di tangga stasiun, hingga lari lintas lembah dan sungai.
Salah satu yang paling populer adalah Yangtze River Three Gorges (Wushan) Ultra Trail 202. Sekitar 3.500 pelari berkumpul di wilayah Wushan, menyusuri Punggung Tiga Ngarai dengan lintasan 60 km, 25 km, dan 5 km, serta total pendakian mencapai 3.400 meter.
“Daripada terburu-buru berlari, saya lebih menikmati perjalanannya,” kata Wu Yalan dari Chengdu.
“Ngarai, dedaunan musim gugur, dan latar belakang perkotaan menciptakan lapisan-lapisan keindahan visual yang memukau.”
Tak hanya kompetisi, acara seperti ini juga menjadi magnet wisata. Diselenggarakan bersamaan dengan festival daun musim gugur, Wushan Ultra Trail berhasil menarik hampir 20.000 pelari dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Wisata Baru di Kota Vertikal
Data resmi menunjukkan, dari 2021 hingga 2025, konsumsi olahraga per kapita di Chongqing tumbuh rata-rata 21,6 persen per tahun.
Pada tiga kuartal pertama tahun ini saja, kota tersebut sudah menggelar 978 kegiatan olahraga, menarik 2,16 juta peserta dan 340 juta penonton, serta menghasilkan lebih dari 12,4 miliar yuan dalam konsumsi wisata olahraga.
Dengan paduan panorama pegunungan, arsitektur futuristik, dan semangat masyarakatnya, Chongqing menjelma menjadi destinasi unik, tempat di mana olahraga bukan hanya aktivitas, tetapi juga cara menikmati kehidupan dari berbagai ketinggian.(Antara)***










