ID EN

Liburan ke Eropa Tanpa Ribet: 5 Negara Bebas Visa untuk WNI Serasa di Negeri Dongeng

Rabu, 5 November 2025 | 17:00

Penulis: Arif S

Armenia
Armenia bukan sekadar destinasi, tapi perjalanan spiritual yang menghangatkan hati.
Sumber: Envato

Keliling Eropa adalah mimpi banyak orang. Dari kota klasik yang penuh sejarah hingga lanskap alam yang menakjubkan. Benua Biru memang selalu mampu mencuri hati siapa pun yang datang. Tapi sering kali, rencana liburan ke Eropa tertunda karena terkendala visa.

Kabar baik untuk pemegang paspor Indonesia. Ternyata ada sejumlah negara di Eropa yang bisa dikunjungi tanpa visa. Cukup bawa paspor dan semangat jalan-jalan, sudah bisa melangkah ke benua impian. 

Lima negara bebas visa di Eropa yang wajib dipertimbangkan untuk liburan:

1. Turki - Balon Udara dan Pesona Dua Benua

Kalau ingin pengalaman lintas budaya, Turki adalah pilihan sempurna. Negara ini terbentang dari Asia Barat hingga Eropa Tenggara. Kabar baiknya, WNI bisa masuk tanpa visa.

Siapa tak kenal Cappadocia? Kawasan yang terkenal dengan balon udara raksasa ini menawarkan pemandangan indah. Bayangkan langit pagi yang dipenuhi ratusan balon warna-warni dengan lembah batu di bawah bersinar keemasan.

Selain itu, ada Ephesus, situs warisan dunia UNESCO yang menampilkan reruntuhan kota kuno terbaik di Turki. Setiap sudutnya bercerita, seolah mengajakmu menyelami masa kejayaan Romawi Kuno.

2. Armenia - Kota Merah Muda Lebih Tua dari Roma

Armenia menyediakan visa on arrival untuk warga Indonesia dan bisa langsung diurus di bandara. Dikutip dari laman Absolute Armenia, negara ini memiliki bentang alam luar biasa yang memanjakan mata.

Ibu kotanya, Yerevan adalah salah satu kota tertua di dunia, bahkan 29 tahun lebih tua dari Roma. Dijuluki kota merah muda karena hampir seluruh bangunannya terbuat dari batu vulkanik bernama tuf, Yerevan memancarkan pesona lembut yang sulit dilupakan.

Selain itu, ada Vanadzor di wilayah Lori, kota dari Zaman Perunggu yang menyimpan Kompleks Biara Sanahin dan Biara Haghpat, keduanya diakui UNESCO.

Armenia bukan sekadar destinasi, tapi perjalanan spiritual yang menghangatkan hati.

3. Azerbaijan - Pesona Timur Tengah di Gerbang Eropa

Negara yang satu ini sering disebut sebagai permata di antara Asia dan Eropa. Azerbaijan** menawarkan kemudahan visa on arrival bagi wisatawan Indonesia.

Jangan lewatkan Kota Tua Baku (Icheri Sheher), kawasan bersejarah dengan arsitektur khas Timur Tengah yang memukau. Setiap jalan sempitnya membawa nuansa nostalgia dan misteri.

Bagi pecinta sejarah kuno, Gobustan wajib masuk daftar kunjungan. Di sini terdapat petroglif kuno berupa gambar-gambar di permukaan batu yang dibuat dengan cara dipahat dan diukir. Jejak seni manusia ribuan tahun lalu yang masih bertahan hingga kini.

4. Belarusia - Negeri Benteng dan Istana Bersejarah

Belarusia mengizinkan WNI berkunjung tanpa visa selama 30 hari, asalkan masuk melalui Bandara Internasional Minsk.

Negara ini menyimpan banyak keindahan alam sekaligus sejarah. Di bagian barat daya, terdapat Oblast Brest, kawasan yang terkenal dengan Benteng Brest, monumen bersejarah yang menjadi simbol perjuangan rakyat Belarusia.

Tak jauh dari sana, Oblast Minsk juga menyimpan harta karun masa lampau seperti Istana Nesvizh, Gereja Katolik Bernardin, dan deretan kota kuno yang memikat.

Bagi pencinta sejarah, Belarusia adalah tempat yang membuat langkah kaki seolah menelusuri halaman buku masa lalu.

5. Serbia - Alam Eropa Timur yang Tenang dan Menawan

Serbia mengizinkan WNI berkunjung tanpa visa selama 30 hari. Serbia menawarkan sisi lain Eropa yang tenang, hijau, dan mempesona.

Petualangan dimulai di Kosutnjak, kawasan hutan di ibu kota Beograd dengan luas enam kilometer. 

Tempat ini dulunya merupakan area berburu keluarga istana Obrenovic, dan kini menjadi surga bagi para pendaki serta pencinta alam.

Menjelajahi Serbia serasa menemukan Eropa dalam versi yang lebih alami dan damai, tempat di mana waktu seolah berjalan lebih lambat, memberi ruang untuk benar-benar menikmati perjalanan.

Jadi, siapkan paspor, kamera, dan semangat petualangan karena Eropa ternyata lebih dekat dan mudah dijangkau.***