5 Negara Tanpa Bandara, Tapi Tetap Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia
Jumat, 5 Desember 2025 | 13:30
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Di era ketika pesawat menghubungkan hampir setiap sudut dunia, sulit membayangkan ada negara tanpa memiliki bandara. Namun lima negara kecil ini membuktikan ketiadaan landasan pacu bukan hambatan untuk menerima kunjungan wisatawan setiap tahunnya.
Bahkan negara ini justru menjadi destinasi yang jauh lebih menawan berkat akses unik dan perjalanan penuh cerita.
Dalam lanskap geografis dengan jejak sejarah, pegunungan, dan garis pantai penuh pesona, negara-negara mini menawarkan pengalaman perjalanan lambat, ramah lingkungan, dan penuh kejutan.
BACA JUGA
5 Pulau Tersembunyi di Eropa yang Cocok untuk Traveler Pencari Kesunyian
Liburan ke Eropa Gak Perlu Ribet, Negara-Negara Ini Bebas Visa Bagi WNI
Tren Wisata 2025: 10 Kota Paling Dicari di Google, Nomor 4 Bikin Penasaran
Berikut lima negara tanpa bandara dan cara istimewa yang membuat wisatawan tetap bisa mencapainya dikutip dari timeofindia:
1. Vatikan - Negara Tanpa Bandara Bisa Dijangkau dengan Jalan Kaki
Vatikan adalah negara mungil dengan luas kurang dari setengah kilometer persegi, lebih kecil dari banyak pusat perbelanjaan modern. Tidak ada runway, apron, atau terminal. Bahkan ruang kota ini hampir tak cukup untuk tempat parkir besar. Berada di dalam Roma, Vatikan dapat dijelajahi hanya dengan berjalan kaki.
Wisatawan biasanya terbang ke Bandara Fiumicino di Roma sebelum melanjutkan perjalanan singkat menuju Vatikan.
Kombinasi uniknya, wisatawan bisa menghadiri pemberkatan Paus di pagi hari, lalu beberapa menit kemudian menikmati gelato di seberang “perbatasan” negara.
2. San Marino - Republik Tua di Atas Gunung Tanpa Pesawat Mendarat
San Marino berdiri anggun di atas puncak batu di Italia tengah. Negara tertua ketiga di dunia ini tak pernah memiliki bandara sendiri.
Para pelancong biasanya terbang ke Bandara Rimini di Italia, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus atau mobil menuju republik kecil yang dipenuhi jalan berbatu dan menara abad pertengahan.
Kombinasi pemandangan dramatis dan sejarah panjang membuat San Marino terasa seperti museum hidup di puncak bukit, tanpa hiruk-pikuk dunia modern.
3. Liechtenstein - Negeri Alpen Tanpa Bandara, Tapi Sarat Panorama Kastil
Diapit Austria dan Swiss, Liechtenstein merupakan salah satu negara terindah di Eropa sehingga tak perlu memiliki bandara untuk memikat pengunjung.
Dengan akses paling mudah melalui Bandara Zurich, perjalanan sekitar satu jam dengan kereta atau mobil membawa pelancong menuju lembah hijau, desa pegunungan, hingga istana kerajaan yang dramatis.
Ketiadaan bandara justru memperkuat suasana tenang negara ini, menjadikannya destinasi sempurna untuk mereka yang menyukai alam, arsitektur tradisional, dan ketenangan khas Alpen.
4. Andorra - Surga Ski di Pegunungan Pirenia yang Lebih Senang Menjaga Langit Tetap Sunyi
Andorra memilih panorama dibandingkan runway. Diapit Spanyol dan Prancis, negara kecil ini terselubung di Pegunungan Pirenia, menjadikannya salah satu destinasi ski terbaik di Eropa.
Wisatawan biasanya tiba melalui Bandara Barcelona atau Toulouse sebelum menempuh perjalanan bus menyusuri jalur pegunungan.
Tanpa bandara, Andorra menawarkan pengalaman perjalanan darat penuh drama. Tikungan tajam, lembah bersalju, desa kecil, hingga pegunungan yang menyapa dari balik kabut. Bagi yang ingin lebih eksklusif, helikopter pun tersedia.
5. Monaco - Negeri Mewah Tanpa Bandara yang Mengandalkan Laut dan Helikopter
Monako mungkin dipenuhi superyacht dan hotel mewah, tetapi negara mungil di French Riviera ini tidak memiliki bandara.
Wisatawan terbang ke Bandara Nice Cote d’Azur di Prancis, lalu melanjutkan perjalanan singkat dengan mobil atau helikopter menuju pusat kota Monaco.
Ini salah satu tempat di dunia di mana perjalanan dari landasan pesawat hingga lantai kasino dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit, sebuah kemewahan yang jarang ditemukan.***










