LIV Golf Terapkan Format 72 Hole Mulai 2026, Babak Baru Turnamen yang Dulunya ‘Anti Arus Utama’
Rabu, 5 November 2025 | 16:00
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Setelah tiga tahun menjadi “pembeda” dalam dunia golf profesional, LIV Golf akhirnya memutuskan untuk menyesuaikan diri dengan format tradisional. Mulai musim 2026, seluruh turnamen LIV akan dimainkan dalam 72 hole, sejajar dengan turnamen utama di PGA Tour dan DP World Tour.
Keputusan ini menandai perubahan besar bagi liga yang didukung Arab Saudi tersebut. Sejak debutnya pada 2022, LIV Golf dikenal lewat format 54 hole, bahkan nama “LIV” diambil dari angka Romawi LIV yang berarti 54.
Format Baru, Langkah Menuju Kredibilitas Lebih Tinggi
BACA JUGA
Jon Rahm Kritik Kebijakan OWGR untuk LIV Golf, Batasi 10 Pemain Dapat Poin Peringkat Dunia
Jakarta Jadi Ajang Pembuktian Comeback Pegolf Anthony Kim
Juara Faldo Series Indonesia, Empat Pegolf Junior Amankan Tiket ke Vietnam
Sejak awal berdiri, LIV Golf kerap dikritik karena formatnya yang tidak lazim. Dengan hanya 54 hole dan sistem shotgun start (semua pemain memulai dari hole berbeda secara bersamaan), banyak pihak menilai level kompetisi dan kredibilitasnya masih di bawah standar tur resmi dunia.
Akibatnya, para pemain LIV tak mendapatkan poin Official World Golf Ranking (OWGR), yang berperan penting untuk menentukan kelayakan bermain di empat turnamen mayor dunia.
Namun kini, LIV Golf bersiap membuka babak baru. Turnamen akan dimulai setiap Kamis, sejajar dengan jadwal turnamen utama, kecuali LIV Golf Riyadh pada Februari yang akan dimulai Rabu.
Kemenangan untuk Liga dan Pemain
Langkah ini mendapat sambutan positif dari bintang besar LIV, Jon Rahm, yang baru saja meraih gelar keduanya secara beruntun di liga tersebut.
“Ini adalah kemenangan untuk liga dan para pemain,” ujar Rahm, juara mayor dua kali dan mantan pegolf nomor satu dunia.
“LIV Golf adalah liga milik para pemain. Kami adalah kompetitor sejati dan ingin setiap kesempatan untuk bersaing di level tertinggi dan menyempurnakan kemampuan kami. Beralih ke 72 hole adalah langkah logis berikutnya yang memperkuat kompetisi, menguji kami lebih dalam, dan jika melihat antusiasme penonton musim lalu—memberikan lebih banyak hal yang diinginkan para penggemar.”
Dustin Johnson dan DeChambeau Sambut Positif
Bukan hanya Rahm, mantan pegolf nomor satu dunia lainnya, Dustin Johnson juga menyambut perubahan ini dengan tangan terbuka.
“Bermain 72 hole terasa lebih seperti turnamen besar yang selalu kita mainkan sejak kecil,” kata Johnson.
“Saya selalu menyukai perjuangan empat putaran.”
Sementara itu, Bryson DeChambeau menilai keputusan ini penting untuk masa depan golf global.
“Semua orang ingin melihat pegolf terbaik dunia bersaing satu sama lain, terutama di turnamen mayor. Demi kebaikan olahraga ini, kita butuh jalan ke depan,” katanya.
Era Baru Kompetisi Dimulai
Chief Executive LIV Golf, Scott O’Neil menyebut langkah menuju format 72 hole sebagai momentum penting dalam evolusi liga.
“Perubahan ini menandai babak baru bagi LIV Golf yang memperkuat liga kami, menantang para pemain elit, dan menghadirkan lebih banyak golf kelas dunia, energi, inovasi, serta akses yang diinginkan penonton global,” kata O’Neil.
Ia menambahkan, perubahan ini adalah bagian dari upaya untuk menempatkan LIV sejajar dengan liga olahraga besar dunia.
“Liga-liga paling sukses di dunia seperti IPL, EPL, NBA, MLB, dan NFL terus berinovasi dan berevolusi. Sebagai liga yang sedang berkembang, kami tidak berbeda,” katanya.
LIV Golf Menuju Legitimasi Penuh
Dengan format baru ini, LIV Golf tak hanya berusaha meningkatkan daya saing, tetapi juga memperjuangkan legitimasi di mata dunia golf internasional.
Para penggemar berharap langkah ini bisa membuka kembali peluang bagi para pegolf LIV untuk kembali meraih poin dunia dan tampil di turnamen mayor.
Mulai 2026, setiap turnamen LIV Golf akan menampilkan 72 hole stroke play untuk kompetisi individu, sementara kategori tim tetap menggunakan akumulasi skor dari setiap pemain.
Perubahan besar ini bisa menjadi jembatan menuju babak baru di mana LIV bukan lagi liga tandingan, melainkan bagian penting dari ekosistem golf dunia.(BBC)










