Jon Rahm Kritik Kebijakan OWGR untuk LIV Golf, Batasi 10 Pemain Dapat Poin Peringkat Dunia
Jumat, 13 Februari 2026 | 18:00
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Jon Rahm menilai keputusan Official World Golf Rankings (OWGR) yang hanya memberikan poin peringkat dunia kepada 10 pemain teratas di setiap turnamen LIV Golf dinilai tidak adil.
Pada Selasa, dewan OWGR mengumumkan, untuk pertama kalinya pemain LIV akan mendapatkan poin peringkat dunia.
Namun, berbeda dengan 24 tur golf profesional putra lainnya di bawah OWGR, di mana semua pemain lolos cut mendapat poin, di LIV hanya 10 pemain teratas yang diberi poin.
BACA JUGA
LIV Golf Terapkan Format 72 Hole Mulai 2026, Babak Baru Turnamen yang Dulunya ‘Anti Arus Utama’
LIV Golf Merespons Kembalinya Brooks Koepka ke PGA Tour, Posisi Liga Makin Terancam?
Jakarta Jadi Ajang Pembuktian Comeback Pegolf Anthony Kim
OWGR menjelaskan pembatasan ini dilakukan karena ada beberapa aspek di mana LIV Golf tidak memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan OWGR.
Berbicara saat pembukaan musim LIV Golf di Riyadh, Rahm mengatakan keputusan itu tetap merupakan langkah positif.
“Fantastis karena kami akhirnya diakui,” ujar Rahm.
“Tapi saya tidak suka karena kami tidak diperlakukan sama seperti tur lainnya.
“Sepertinya aturan yang yang berlaku untuk tur lain tidak benar-benar berlaku untuk kami, karena hanya 10 orang yang mendapat poin.
“Itu tidak terasa adil. Di turnamen lain dengan field kecil sepanjang tahun, semua pemain tetap mendapat poin penuh.”
Rahm menilai masih ada hal yang perlu diperbaiki.
“Memang ini bagus untuk sebagian pemain, tapi bisa juga membuat beberapa pemain justru kehilangan poin peringkat dunia. Karena finis di posisi ke-11 seperti gagal cut, sementara kami tetap menambah divisor.
“Tapi saya tetap bersyukur LIV Golf sudah mulai diakui sebagai sebuah tur, seperti yang seharusnya.”
OWGR juga menjelaskan alasan lainnya. Rata-rata jumlah field LIV pada 2026 adalah 57 pemain, sedangkan aturan minimal OWGR 75 pemain.
Selain itu, banyak pemain LIV direkrut langsung, bukan melalui sistem kualifikasi terbuka seperti di tur lain.
LIV menyoroti beberapa turnamen lain seperti Hero World Challenge (20 pemain), Tour Championship (30), BMW Championship (49), dan European DP World Tour Championship (52). Turnamen-turnamen itu memiliki field kecil dan tanpa cut, tetapi semua pesertanya tetap mendapat poin peringkat dunia.
Thomas Detry Bersinar
Di lapangan, Thomas Detry tampil impresif pada debutnya di LIV. Pegolf asal Belgia berusia 33 tahun itu mencetak skor tujuh di bawah par 65 tanpa bogey di ronde pertama di Riyadh Golf Club, menyamai Peter Uihlein di puncak Klasemen.
“Hari pertama bekerja, jadi ini sedikit perubahan bagi saya, jadi agak gugup,” kata Detry, yang bergabung dengan tim 4Aces GC milik Dustin Johnson.
Rahm dan Tyrell Hatton berada dua pukulan di belakang pemuncak, sementara Elvis Smylie hanya terpaut satu pukulan. Bryson DeChambeau dan Sergio Garcia mencatatkan empat di bawah par.
Turnamen ini juga menjadi penanda perubahan format LIV dari 54 hole menjadi 72 hole.(BBC)










