Tanjungpinang Diserbu Yachter Dunia, Momen Kepri Unjuk Gigi di Mata Wisatawan Global
Rabu, 5 November 2025 | 10:59
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-Dispar Kepri
Ombak yang tenang di perairan Tanjungpinang menjadi saksi kedatangan puluhan kapal pesiar dari berbagai belahan dunia. Sejak Rabu 29 November 2025, layar-layar putih itu berlabuh dengan anggun, menandai dimulainya Sail to Indonesia Goes to Kepri 2025, sebuah perayaan maritim yang tak sekadar pelayaran, tetapi juga simbol keterbukaan Kepulauan Riau (Kepri) sebagai gerbang pariwisata bahari Indonesia.
Para yachter dari Jerman, Prancis, Rusia, Kanada, hingga Amerika Serikat datang dengan semangat petualangan. Mereka adalah bagian dari Yacht Rally 2025, ekspedisi laut yang membawa misi besar, memperkenalkan Indonesia sebagai The Best Sailing Ground on Earth, surga bagi para pelaut dunia.
“Selain Kepri, para yachter ini singgah ke sejumlah wilayah di Nusantara, seperti Ambon, Wakatobi, dan Banyuwangi. Tujuannya memperkenalkan Indonesia sebagai The Best Sailing Ground on Earth, yakni surga bagi para pelaut dunia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan.
BACA JUGA
Cuaca Cerah, Pantai Ampenan dan Loang Baloq Ramai Lagi
Penguatan Layanan Penyeberangan Bau-Bau, Nadi Konektivitas Menuju Surga Bahari Wakatobi
Wisata Bawah Laut Tanpa Menyelam, Indonesia Jadi Target Ekspansi Kapal Selam China
Sambutan Hangat di Festival Kopi Merdeka
Begitu menjejak daratan Tanjungpinang, para pelaut dunia itu disambut hangat dalam Festival Kopi Merdeka 2025 yang berlangsung di Jalan Merdeka sejak 29 Oktober - 2 November 2025.
Suasana kota seketika berubah menjadi pesta budaya. Dari aroma kopi robusta Kepri yang mengepul, gurihnya sajian gonggong khas Tanjungpinang yang gurih, hingga pertunjukan Barongsai dan Naga, semuanya berpadu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi tamu.
“Kami ingin para yachter tidak hanya singgah, tetapi benar-benar merasakan kehangatan dan kekayaan budaya masyarakat Kepri,” harapnya.
Wisatawan Mancanegara dan UMKM Lokal Bertemu di Tanjungpinang
Festival ini bukan hanya soal atraksi, tapi juga interaksi antara budaya dan ekonomi lokal. Para yachter diajak menjelajahi bazar UMKM dan mencicipi aneka kuliner khas yang mereka bawa pulang ke kapal pesiar sebagai buah tangan.
“Pada Festival Kopi Merdeka, puluhan yachter wisatawan mancanegara itu berbelanja berbagai kuliner untuk dibawa ke kapal pesiar. Selain itu, selama di Tanjungpinang mereka juga berbelanja (spend money) untuk kebutuhan keseharian selama di kapal,” jelas Hasan.
Mereka tak hanya menikmati kopi, tapi juga menyusuri jejak sejarah Pulau Penyengat, pulau kecil yang menyimpan kisah kejayaan Melayu dan menjadi salah satu ikon wisata budaya di Tanjungpinang.
Momentum Meneguhkan Kepri sebagai Gerbang Bahari Indonesia
Lebih dari sekadar pelayaran, Sail to Indonesia Goes to Kepri adalah momentum diplomasi budaya dan promosi pariwisata yang elegan.
“Sail to Indonesia Goes to bukan sekadar pelayaran, tetapi momentum untuk memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang pariwisata bahari Indonesia,” tegas Hasan.
Kolaborasi antara Sail to Indonesia dan Festival Kopi Merdeka menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata dapat menjembatani budaya, ekonomi, dan persahabatan antarbangsa.
Agenda ini diharapkan dapat mendongkrak target dua juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025. Hingga Agustus, realisasinya sudah mencapai 1,2 juta wisatawan.
“Dengan semangat kolaborasi dan optimisme yang menggelora, Kepri terus membuktikan diri sebagai destinasi wisata unggulan yang tak hanya indah, tetapi juga hangat, berkarakter, dan berkelas dunia,” pungkasnya.
Kepri, Haluan Baru Wisata Bahari Dunia
Dari hamparan laut biru hingga senyum hangat masyarakatnya, Kepri semakin menegaskan diri sebagai pintu pertama yang menyambut wisatawan dunia di Indonesia.
Melalui agenda seperti Sail to Indonesia Goes to Kepri, semangat bahari yang telah lama mengalir di nadi Nusantara kini berlayar Kembali, membawa pesan Indonesia bukan hanya tujuan wisata, tapi rumah besar bagi para penjelajah samudra dunia.(Antara)










