Bukan Cuma Pantai, Bali Kini Siap Jadi Surga Gastronomi Dunia
Rabu, 1 Oktober 2025 | 08:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Bali tak hanya dikenal dengan pantainya yang memesona dan budayanya yang kental, tetapi kini juga mulai menegaskan diri sebagai panggung kuliner dunia. Melalui program flagship “Wonderful Indonesia Gourmet (WIG)", pemerintah ingin mengukuhkan Indonesia sebagai destinasi gastronomi kelas dunia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, warisan kuliner Indonesia punya kekuatan besar untuk bersaing di tingkat global.
"Indonesia adalah negara dengan potensi luar biasa, mulai dari alam dan budayanya hingga warisan kuliner yang kaya, beragam, dan autentik. Dan hari ini, kami memfokuskan perhatian pada gastronomi," ujarnya di Jakarta, Rabu 1 Oktober 2025.
BACA JUGA
Taste of Indonesia di Hangzhou, Ketika Kuliner Nusantara Menjadi Panggung Diplomasi Rasa
Incar Wisatawan Muda Australia Lewat Eduwisata, Kemenpar Gelar Famtrip 'Archipelago Gems'
Pemerintah Pastikan Wisata Lebaran Aman dan Nyaman untuk Traveler
Program ini dibuka lewat Wonderful Indonesia Gourmet Talkshow di Bali, Selasa (30/9). Dalam acara itu, Widiyanti menyebut WIG menjadi langkah awal untuk menghadirkan paket wisata kuliner di Jakarta, Bali, dan destinasi lain bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Ia berharap, kolaborasi dengan koki internasional bisa semakin memperkenalkan ikon kuliner Nusantara ke dunia.
Tidak sembarangan, Bali dipilih sebagai destinasi percontohan bersama Jakarta karena punya nilai tambah unik.
Bagi masyarakat Bali, makanan bukan sekadar rasa, tapi juga terhubung dengan spiritualitas, komunitas, dan budaya.
"Sehingga membuat perjalanan gastronomi di Bali terasa lebih otentik dan bermakna. Bali juga mengambil peran dalam praktik keberlanjutan melalui inisiatif farm to table, pertanian organik, hingga perkebunan kopi dan wisata kuliner berbasis komunitas," kata Widiyanti.
Data ekonomi juga memperkuat pentingnya sektor ini. Pada 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali dari layanan restoran mencapai Rp27,6 triliun, sementara manufaktur produk makanan dan minuman menyumbang Rp9,71 triliun, atau 12,5 persen dari total PDRB Bali.
Tak heran, Bali menjadi magnet bagi wisatawan. Dari 8,53 juta pengunjung internasional hingga Juli 2025, hampir setengahnya atau 3,97 juta memilih Pulau Dewata sebagai tujuan utama.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, menegaskan WIG dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung kuliner dunia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali Wayan Sumarajaya menilai program ini membuka ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga UMKM kuliner.
“Yang diharapkan mampu membawa kuliner lokal, khususnya usaha mikro kecil dan menengah bisa naik kelas dan menjadi semakin dikenal, dicintai, dan diakui di tingkat global,” katanya.
Tak ketinggalan, Kevindra Soemantri, dari Wonderful Indonesia Gourmet Committee, menekankan pentingnya menjadikan gastronomi bagian dari identitas bangsa.
“WIG diharapkan akan menarik wisatawan berkualitas dan talenta kuliner internasional yang berbakat sehingga membangun reputasi serta kepercayaan global,” katanya.
Lewat WIG, kuliner Indonesia bukan hanya soal santapan lezat, tetapi juga cermin budaya, ekonomi, dan identitas bangsa yang siap dipersembahkan ke dunia.(Antara)










