ID EN

Pahit! Calvin Verdonk Masih Terbayang Kegagalan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:07

Penulis: Arif S

Pemain Timnas Indonesia Kevin Verdonk
Bek timnas Indonesia Calvin Verdonk sebelum melakukan latihan di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (17/11/2024).
Sumber: Antara/Rauf Adipati/am

Bek timnas Indonesia, Calvin Verdonk mengaku masih menyimpan rasa kecewa mendalam setelah kegagalan skuad Garuda menembus Piala Dunia 2026. Mimpi besar untuk tampil di ajang sepakbola terbesar dunia harus kandas di putaran keempat kualifikasi zona Asia.

Verdonk menjadi bagian dari tim yang berjuang hingga tahap akhir. Namun, Indonesia harus menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak dalam dua laga penentuan. Menurutnya, dua laga itu benar-benar berat. 

“Kita harus menghadapi dua laga yang sangat sulit di Arab Saudi. Dua kekalahan itu berdampak buruk bagi kita,” ujar Verdonk dilansir dari kanal YouTube LOSC Lille. 

Luka yang Masih Membekas di Hati Verdonk

Pemain kelahiran Dordrecht itu hanya sempat tampil sekali, saat menghadapi Irak. Kekalahan itu masih membekas di benaknya.

“Saat menghadapi Irak, saya kira kita belum cukup berusaha. Jadi, ada kekecewaan,” kata Verdonk.

Baginya, kekalahan itu bukan hanya soal hasil, tetapi nkehilangan kesempatan untuk mencatat sejarah, membawa Indonesia ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Fokus Pulih dan Kembali ke LOSC Lille

Setelah masa sulit bersama timnas, Verdonk fokus memulihkan diri dan kembali berkontribusi untuk klubnya, LOSC Lille. Cedera yang sempat mengganggu kini sudah membaik.

“Saya sempat mengira ada yang berbeda, tapi tidak, semuanya baik-baik saja. Saya merasa baik, dan dalam kondisi baik.”

Verdonk dipastikan siap tampil saat Lille menghadapi OGC Nice pada Jumat 30 Oktober 2025 dini hari WIB. Saat ini, Lille berada di posisi kelima klasemen Liga Prancis dengan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.

Semangat Garuda yang Tak Padam

Meski gagal di kualifikasi Piala Dunia, semangat skuad Garuda tak akan padam. Bagi Verdonk dan rekan-rekannya, perjalanan ini menjadi pelajaran penting untuk menatap turnamen berikutnya.

“Ini adalah jeda internasional yang rumit bagi tim nasional,” ucapnya. “Tapi kami sudah berjuang dan akan terus belajar untuk menjadi lebih baik.”