Nonton MotoGP Dapat Bonus Budaya: Dari Arca Kuno hingga Kain Eksotis NTB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 15:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Ajang balap motor dunia MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya soal deru mesin dan adu cepat para pembalap kelas dunia. Pameran budaya yang digelar Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mandalika Experience Gallery, Lombok Tengah memberi sentuhan berbeda yang membuat atmosfer Sirkuit Mandalika semakin menyala.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menjelaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar pameran, melainkan cara untuk memperkenalkan warisan budaya, sejarah, dan peradaban masyarakat Lombok–Sumbawa kepada ribuan penonton yang datang dari berbagai penjuru dunia.
"Kehadiran Lombok Sumbawa Museum of Civilization di MotoGP Mandalika merupakan upaya untuk mempertemukan sport tourism dengan cultural tourism," ujarnya, Kamis 2 Oktober 2025.
BACA JUGA
Luxury Sport Tourism Mandalika: MotoGP dan Pameran Budaya NTB yang Memukau Dunia
Drama MotoGP Mandalika: Aldeguer Juara, Marquez Kembali Gagal Finis
Berkah MotoGP Mandalika 2025, Hunian Hotel di Mataram Melonjak Drastis
Di dalam ruang pamer, pengunjung bisa menemukan naskah bersejarah Babat Lombok yang merekam kisah letusan dahsyat Gunung Samalas, arca Siwa Mahadewa, hingga maket Gunung Rinjani dan Tambora yang melegenda.
Tidak ketinggalan, kain tradisional dari Sumbawa dan Bima, lukisan, serta kerajinan tangan ikut memamerkan keindahan budaya lokal yang autentik.
Pameran yang berlangsung 2–5 Oktober 2025 ini menjadi pengingat bahwa Lombok dan Sumbawa bukan hanya menawarkan panorama pantai dan gunung, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang patut diapresiasi.
"Wisata olahraga tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh kekayaan budaya lokal agar wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga merasakan pengalaman otentik tentang siapa kita, dan apa tradisi kita," tambah Nuralam.
Melalui inisiatif ini, Museum NTB ingin menjadikan MotoGP sebagai panggung besar untuk menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan NTB.
"Kami berharap ini dapat menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Nusa Tenggara Barat dalam konteks pariwisata berkelanjutan," pungkasnya.
Dengan begitu, MotoGP Mandalika bukan hanya pesta kecepatan, tapi juga perayaan budaya yang membuat pengalaman wisata di NTB semakin lengkap dan berkesan.***










