ID EN

QRIS Lintas Negara Perkuat Pariwisata Bali, Transaksi Digital Melonjak

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:00

Penulis: Rojes Saragih

 Wisatawan Bali
Wisatawan di Bali
Sumber: Envato

Denpasar – Perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara dinilai memberikan nilai tambah bagi pariwisata Bali. Kemudahan pembayaran digital membuat wisatawan mancanegara dapat bertransaksi lebih praktis selama berada di Pulau Dewata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan saat ini QRIS lintas negara telah terhubung dengan enam negara, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan China.

“Saat ini sudah ada enam negara, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan China,” kata Achris di Denpasar, Bali, Sabtu (8/8/2026).

Selain enam negara tersebut, Indonesia juga tengah melakukan tahap uji coba QRIS lintas negara dengan Arab Saudi dan India.

Menurut Achris, kedua negara tersebut memiliki potensi pasar yang besar. Arab Saudi memiliki hubungan erat dengan Indonesia dalam mobilitas masyarakat untuk keperluan ibadah haji, sedangkan India menjadi salah satu pasar wisatawan mancanegara yang semakin potensial bagi Bali.

“Memang turis India mulai banyak di Bali,” ujarnya dikutip Antara.

Transaksi QRIS Lintas Negara Melonjak

Peningkatan penggunaan QRIS lintas negara tercermin dari pertumbuhan transaksi di Bali.

BI Bali mencatat nilai transaksi QRIS lintas negara sepanjang 2025 mencapai Rp36 miliar, melonjak 229 persen dibandingkan 2024 yang berada di kisaran Rp10,9 miliar.

Dari sisi volume, transaksi QRIS lintas negara di Bali mencapai 148.717 transaksi selama 2025, tumbuh 224 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Wisatawan asal Malaysia tercatat sebagai pengguna QRIS lintas negara terbanyak, baik secara nasional maupun di Bali.

Kemudahan tersebut semakin relevan karena penggunaan QRIS di kalangan pelaku usaha Bali juga terus meluas.

Berdasarkan data hingga Februari 2026, jumlah gerai usaha yang menggunakan QRIS di Bali telah mencapai sekitar 1,1 juta, dengan jumlah konsumen pengguna mencapai sekitar 1,15 juta orang.

Sebagian besar QRIS digunakan oleh pelaku usaha mikro, yakni mencapai 58,76 persen. Sementara usaha kecil menyumbang 30,35 persen, usaha menengah 7,54 persen, dan usaha besar 2,95 persen.

Ekosistem QRIS Semakin Besar

Perkembangan QRIS di Bali tersebut sejalan dengan pertumbuhan pembayaran digital secara nasional.

BI mencatat volume transaksi QRIS di Indonesia mencapai 12,55 miliar transaksi pada semester I-2026, tumbuh 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi nilai, transaksi QRIS hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp600,69 triliun, atau tumbuh 89,52 persen secara tahunan.

Jumlah pengguna QRIS juga telah mencapai sekitar 66 juta orang, sementara layanan tersebut telah diterima di sekitar 44,86 juta merchant di seluruh Indonesia.

BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 70 juta orang dan merchant sebanyak 47 juta hingga akhir 2026. Untuk volume transaksi, target sepanjang tahun ditetapkan sebesar 17 miliar transaksi.

Dengan capaian 12,55 miliar transaksi pada semester pertama, realisasi tersebut sudah mendekati tiga perempat target tahunan.

Ekosistem QRIS juga semakin luas dengan keterlibatan 96 bank, 60 lembaga nonbank, dan empat lembaga switching.

Potensi dari Wisatawan Mancanegara

Perluasan QRIS lintas negara menjadi semakin strategis bagi Bali karena pariwisata merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

BPS Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Mei 2026 mencapai 578.251 kunjungan, meningkat 4,50 persen dibandingkan April yang mencapai 553.328 kunjungan. Wisatawan pemegang paspor Australia masih menjadi kelompok terbesar pada Mei dengan pangsa 25,19 persen.

Pada April 2026, kedatangan wisatawan mancanegara juga tercatat sebanyak 553.328 kunjungan, dengan wisatawan Australia mendominasi sebesar 26,46 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya pasar yang dapat digarap melalui integrasi sistem pembayaran lintas negara.

Bagi wisatawan, QRIS dapat mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai dan memberikan kemudahan saat melakukan pembayaran di berbagai usaha.

Sementara bagi pelaku usaha pariwisata, semakin luasnya konektivitas pembayaran membuka peluang untuk menangkap lebih banyak transaksi dari wisatawan asing.

Dengan bertambahnya negara yang terhubung serta uji coba dengan Arab Saudi dan India, perluasan QRIS lintas negara berpotensi menjadi salah satu pendukung ekosistem pariwisata Bali yang semakin terdigitalisasi.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!