Tolak Tiru Pep Guardiola, Enzo Maresca Pilih Ciptakan Era Baru di Manchester City

Minggu, 26 Juli 2026 | 10:00

Penulis: Respaty Gilang

Enzo Maresca
Ilustrasi Enzo Maresca, pelatih baru Manchetser City.
Sumber: ChatGPT AI

Enzo Maresca memastikan dirinya tidak akan mengikuti jejak Pep Guardiola secara mentah-mentah setelah resmi dipercaya sebagai pelatih baru Manchester City. Pelatih asal Italia itu ingin menghadirkan filosofi permainan sendiri dan membangun identitas baru bagi The Citizens.

Maresca mengambil alih kursi pelatih yang sebelumnya ditempati Guardiola. Tugas tersebut tidak mudah mengingat pelatih asal Spanyol itu meninggalkan warisan luar biasa selama satu dekade memimpin Manchester City.

Meski pernah bekerja sebagai asisten Guardiola, Maresca menegaskan setiap pelatih memiliki cara pandang dan metode yang berbeda dalam membangun tim.

"Saya rasa setiap pelatih berbeda, baik dalam cara bekerja sehari-hari maupun pendekatan terhadap pertandingan. Kami akan melihat konsep apa yang perlu disesuaikan. Saya tidak percaya pada konsep copy and paste. Saya melihat sepak bola dengan cara yang berbeda dari pelatih sebelumnya," ujar Maresca di laman resmi klub pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Guardiola mengakhiri masa baktinya bersama Manchester City setelah 10 tahun yang dipenuhi kesuksesan. Di bawah kepemimpinannya, The Citizens meraih enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, serta satu gelar Piala Dunia Antarklub.

Sebelum dipercaya menjadi pelatih utama Manchester City, Maresca sempat menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola pada musim 2022/23. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga, namun ia menegaskan tidak ingin sekadar meneruskan gaya sang mentor.

Pelatih berusia 46 tahun itu mengaku masih menjalin komunikasi dengan Guardiola meski mantan bosnya telah meninggalkan Etihad Stadium.

"Dia pantas menikmati waktunya untuk beristirahat. Sementara, saya harus fokus menjalankan pekerjaan saya sendiri," ujarnya.

Maresca datang ke Manchester City dengan catatan yang cukup impresif. Selama 18 bulan menangani Chelsea, ia berhasil mempersembahkan dua gelar, yakni UEFA Conference League musim 2024/25 dan Piala Dunia Antarklub usai mengalahkan Paris Saint-Germain di partai final.

Kini, tantangan yang dihadapi Maresca semakin besar. Manchester City dikenal sebagai klub yang selalu membidik trofi di setiap kompetisi yang diikuti. Meski demikian, mantan pelatih Leicester City itu memilih untuk tidak terbebani target jangka panjang.

Menurut Maresca, membangun fondasi permainan dan meningkatkan kualitas tim setiap hari menjadi prioritas utama sebelum berbicara mengenai peluang meraih gelar pada akhir musim.

"Pada akhirnya, kami ingin meraih gelar. Tetapi saat ini, saya hanya fokus pada apa yang harus dilakukan hari ini," tutur Maresca.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!