Pesona Pulau Idaman Aceh Timur, Surga Wisata Andalkan Alam dan Konservasi Penyu
Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Disparpora Aceh Timur
Kabupaten Aceh Timur mengembangkan potensi wisata pesisir melalui Pulau Idaman di Gampong Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim. Dengan panorama alam masih asri dan statusnya sebagai habitat penyu, Pulau Idaman diproyeksikan menjadi destinasi wisata unggulan untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pulau Idaman menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dengan destinasi lain di Aceh. Hamparan pasir masih alami, pepohonan rindang, udara laut yang segar, serta suasana tenang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kawasan ini juga memiliki nilai konservasi tinggi karena menjadi lokasi penyu bertelur pada musim tertentu. Ini menjadikan pengembangan wisata di Pulau Idaman tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
BACA JUGA
Pengelolaan Wisata Alam Bahari Banyuwangi Diapresiasi, Jadi Inspirasi Negara ASEAN dan Pasifik
Permata Terlupakan, Tambora Diperjuangkan Jadi UNESCO Global Geopark
Dari Sumbar ke Dunia: Ngarai Sianok Targetkan Status Geopark UNESCO
"Pulau Idaman memiliki potensi wisata besar. Keindahan alamnya masih alami, lingkungannya masih terjaga, dan memiliki nilai konservasi yang harus dipertahankan. Potensi seperti ini perlu dikelola dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian alamnya," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Timur, Syahril.
Selain cocok sebagai tujuan wisata keluarga, Pulau Idaman dinilai ideal untuk wisata keluarga, rekreasi, hingga kegiatan edukasi lingkungan atau konservasi alam.
Tidak hanya mengandalkan wisata pantai, Pulau Idaman dikenal sebagai lokasi favorit para pemancing. Aktivitas itu ikut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penyewaan sampan, jasa transportasi laut, hingga penyediaan berbagai kebutuhan wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mendorong penerapan konsep community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat. Konsep ini menjadikan warga sebagai pelaku utama dalam pengelolaan destinasi.
"Harapan kami, masyarakat menjadi bagian utama dalam pengelolaan wisata. Ketika wisata berkembang, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui penyediaan transportasi, kuliner, homestay, maupun usaha mikro lainnya," harapnya.
Dengan akses relatif mudah, lingkungan terjaga, serta dukungan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan, Pulau Idaman berpeluang besar menjadi ikon wisata pesisir Aceh Timur pada masa mendatang.
"Potensi Pulau Idaman cukup besar. Tinggal bagaimana mengelolanya secara bersama-sama dengan tetap menjaga kelestarian alam. Kami berharap kawasan ini nantinya menjadi destinasi wisata aman dan nyaman serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," pungkas Syahril.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!