ID EN

Becak Kayuh Listrik Wisata Diluncurkan, Keliling Yogyakarta Makin Nyaman

Jumat, 17 Juli 2026 | 13:31

Penulis: Arif S

Becak Kayuh Listrik Wisata
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencoba Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) di Kota Yogyakarta.
Sumber: Antara/Hery Sidik

Menjelajahi sudut-sudut Kota Yogyakarta semakin nyaman tanpa menghilangkan nuansa tradisional yang menjadi daya tarik utamanya. Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menghadirkan Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) sebagai inovasi transportasi wisata untuk mendukung pariwisata ramah lingkungan.

Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman lebih menyenangkan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak di Kota Gudeg.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti mengatakan Bekalista dirancang untuk menghadirkan moda transportasi wisata lebih aman dan nyaman tanpa menghilangkan ciri khas becak kayuh Yogyakarta.

"Bekalista dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi wisata tanpa menghilangkan identitas budaya Yogyakarta," ujar Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti pada penyerahan Bekalista di Alun Alun Kidul Yogyakarta, Kamis.

Tetap Tradisional dengan Sentuhan Teknologi

Astera menjelaskan becak dan andong telah ditetapkan sebagai kendaraan tradisional melalui Peraturan Daerah DIY Nomor 5 Tahun 2016 serta Peraturan Gubernur DIY Nomor 39 Tahun 2024. Regulasi itu membuka ruang bagi inovasi becak kayuh berbantuan motor listrik.

Menurutnya, teknologi ini menawarkan pengalaman naik becak menjadi lebih nyaman bagi semua kalangan, termasuk wisatawan lanjut usia maupun keluarga.

"Jadi ini becaknya ibu-ibu friendly, jadi kalau naik itu tidak menyulitkan dan saya rasa ini akan sangat membantu kita semua dalam memanfaatkan becak tersebut," katanya.

Bekalista Dikembangkan Putra Daerah

Menariknya, seluruh ekosistem Bekalista dikembangkan dengan melibatkan 100 persen tenaga lokal Yogyakarta. Mulai dari proses fabrikasi, perakitan, sistem kelistrikan kendaraan listrik hingga keterlibatan sekolah kejuruan untuk mendukung program teaching factory.

Pada tahap awal, pemerintah menyerahkan secara simbolis Bekalista kepada 15 perwakilan dari total 80 pengayuh becak di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Didukung Bengkel Bergerak dan Stasiun Pengisian Daya

Agar operasional berjalan optimal, Bekalista dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya satu unit bengkel bergerak (mobile workshop), 12 stasiun pengisian daya, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk yang berlokasi di SMK Negeri 3 Yogyakarta.

Menurut Astera, dukungan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas para pengayuh becak sekaligus mengurangi beban fisik, terutama bagi pengayuh usia lanjut.

"Bekalista diharapkan meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pengayuh, mengurangi beban listrik terutama bagi pengayuh berusia lanjut, serta memperkuat pariwisata hijau atau ekoturism melalui moda rendah emisi dan minim polusi suara," katanya.

Selain memberikan manfaat bagi pengemudi becak, kehadiran Bekalista diyakini akan memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus mendorong belanja terhadap produk dan jasa lokal di Yogyakarta.

Tiga Pilar Agar Program Berkelanjutan

Agar program ini terus berkembang, Astera menilai diperlukan tiga pilar utama sebagai fondasi keberlanjutan.

Pilar pertama, penguatan tata kelola komunitas melalui koperasi mobilitas nasional Indonesia. 

Pilar kedua berupa kemandirian pemeliharaan aset dengan meningkatkan kapasitas mekanik lokal serta dukungan bengkel bergerak.

Sementara pilar ketiga, integrasi teknologi informasi melalui sistem transaksi digital dan pemanfaatan platform Jogjakita sebagai sarana pemasaran serta akses layanan wisata.

"Dan yang ketiga adalah integrasi teknologi informasi, yaitu melalui transaksi digital dan memanfaatkan platform Jogjakita untuk memperluas pemasaran serta akses layanan," katanya.

Dengan memadukan kearifan lokal dan inovasi teknologi, Bekalista diharapkan menjadi wajah baru transportasi wisata Yogyakarta yang lebih nyaman, ramah lingkungan, sekaligus tetap mempertahankan pesona budaya yang telah melekat selama puluhan tahun.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!