FIFA Pelajari Insiden Malvinas di Piala Dunia 2026, Argentina Terancam Sanksi?
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Michael Siahaan
Euforia kemenangan Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. FIFA mengonfirmasi tengah mempelajari laporan pertandingan setelah para pemain Albiceleste membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" usai memastikan kemenangan 2-1 atas The Three Lions.
Aksi itu memicu perdebatan karena menyangkut sengketa wilayah Kepulauan Malvinas atau Falklands, yang sejak lama menjadi sumber ketegangan antara Argentina dan Inggris.
FIFA belum mengambil keputusan terkait kemungkinan sanksi. Badan sepak bola dunia itu menyatakan proses evaluasi masih berlangsung sesuai prosedur disiplin yang berlaku.
BACA JUGA
Lionel Messi Tak Terbendung di Usia 39 Tahun, Layakkah Manyandang Status GOAT?
Petisi Serukan Argentina Didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026 Tembus 6 Juta Tanda Tangan
Inggris Sedikit Diunggulkan, Tapi Argentina Punya Rekor Semifinal Sempurna di Piala Dunia
"Berdasarkan prosedur standar yang ada, komite disiplin FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan situasi-situasi terkait dengan laga itu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut berdasarkan haluan disiplin FIFA," ujar FIFA dalam pernyataan tertulisnya seperti dikutip BBC, Jumat.
Selebrasi yang Memicu Kontroversi
Argentina memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026 setelah bangkit mengalahkan Inggris di semifinal.
Namun, perhatian publik kemudian beralih ke selebrasi para pemain yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Malvinas milik Argentina".
Malvinas merupakan wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik Selatan. Sengketa atas kepulauan itu pernah memicu Perang Falklands pada 1982 yang dimenangkan Inggris. Hingga kini Perang Falklands masih menjadi isu sensitif dalam hubungan kedua negara.
Argentina Pernah Didenda FIFA
Kontroversi serupa sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Pada 2014, Asosiasi Sepak Bola Argentina pernah dijatuhi denda sebesar 20.000 pound sterling setelah para pemain membentangkan spanduk bertema Malvinas pada laga persahabatan melawan Slovenia.
FIFA menilai tindakan itu melanggar aturan mengenai pesan politik dan perilaku tim.
Menurut laporan BBC, biasanya keputusan disiplin FIFA baru diumumkan beberapa pekan setelah turnamen berakhir. Namun karena insiden kali ini terjadi di tengah Piala Dunia, proses penanganannya berpotensi lebih cepat.
Desakan Larangan Bermain di Final
Kontroversi itu memicu reaksi dari dunia politik Inggris. Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey meminta FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain kepada sejumlah pemain Argentina yang terlibat dalam aksi tersebut sehingga mereka tidak tampil pada final melawan Spanyol.
Davey membandingkan kasus ini dengan keputusan UEFA yang pernah menghukum Alvaro Morata dan Rodri dengan larangan satu pertandingan setelah meneriakkan slogan "Gibraltar milik Spanyol" saat perayaan juara Euro 2024.
Gibraltar merupakan wilayah Inggris di ujung selatan Semenanjung Iberia yang hingga kini juga masih diklaim Spanyol.
Ada Preseden di Ajang Internasional
Kasus serupa pernah terjadi pada Olimpiade London 2012. Saat itu gelandang Korea Selatan Park Jong-woo membentangkan spanduk bertuliskan "Dokdo adalah wilayah kami" setelah negaranya meraih medali perunggu.
Dokdo merupakan pulau yang diperebutkan Korea Selatan dan Jepang. Beberapa bulan setelah insiden itu, FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain dua pertandingan kepada Park karena dianggap membawa pesan politik ke dalam arena olah raga.
Kini, perhatian tertuju kepada keputusan FIFA apakah akan menerapkan pendekatan serupa terhadap Argentina. Sementara itu, Albiceleste tetap bersiap menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 sembari menunggu hasil evaluasi dari Komite Disiplin FIFA.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!