ID EN

Misi Besar Pembalap Indonesia Sean Gelael: Akhiri Tren Nyaris Juara dan Menang di Le Mans

Rabu, 18 Februari 2026 | 21:31

Penulis: Arif S

Pembalap nasional Sean Gelael
Pembalap nasional Sean Gelael (tengah) di Jakarta.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Ambisi besar kembali ditegaskan Pembalap Indonesia, Sean Gelael. Musim ini, ia membidik kemenangan di ajang legendaris 24 Hours of Le Mans sebagai bagian dari target merebut gelar dunia balap ketahanan.

Le Mans bukan sekadar balapan. Dalam kalender endurance dunia, ajang ini merupakan mahkota prestisius yang kerap menentukan warisan seorang pembalap. 

Bagi Sean, momentum itu kini terasa semakin dekat setelah dua musim terakhir konsisten berada di jalur perebutan gelar, termasuk dua kali finis sebagai runner-up di FIA World Endurance Championship serta dua kali menjadi runner-up di Le Mans.

“Tahun lalu, bahkan dua tahun terakhir, kami sebenarnya selalu berada dalam posisi win in the bag di ajang WEC maupun GT World Challenge. Kami juga meraih beberapa podium, tetapi sayangnya persaingan menuju gelar juara selalu terhenti di balapan sebelum terakhir. Selisihnya sangat tipis, namun musim ini kami kembali dengan semangat baru," ujar Sean.

Musim ini, Sean membela AF Corse 51, tim yang dikenal memiliki reputasi kuat di lintasan ketahanan. Kombinasi pengalaman dan konsistensi membuat peluang kembali terbuka lebar.

“Dari sisi potensi, peluang itu selalu ada. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami sudah dua kali finis sebagai runner-up di WEC. Begitu juga di Le Mans, kami dua kali menjadi runner-up. Jadi, insya Allah, semoga tahun ini menjadi tahunnya kami. Namun, kami juga sadar bahwa hasil akhir tidak ada yang tahu. Kami hanya bisa bekerja keras, melakukan yang terbaik, dan sisanya kami serahkan kepada Tuhan," katanya.

Konsistensi Jadi Kunci

Sean akan menjalani total 18 balapan musim ini, dengan empat seri telah dilewati. Secara matematis, peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar masih sangat realistis, bahkan ia menilai lebih besar dibanding musim-musim sebelumnya.

“Secara realistis, peluang untuk bersaing di perebutan gelar juara musim ini masih cukup besar, bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setiap musim, alhamdulillah, kami selalu mampu berada di posisi teratas Klasemen sementara. Namun memang, untuk gelar juara akhir, kami belum berhasil meraihnya. Karena itu, target kami jelas, yakni menjadi juara," kata Sean.

Namun, target pribadinya tetap tertuju pada Le Mans.

“Target pribadi saya yang paling besar tentu ingin memenangkan Le Mans 24 Hours. Itu adalah balapan yang sangat prestisius. Jika bisa menang di sana, kami benar-benar akan tercatat dalam sejarah," katanya.

Momentum Akhiri Tren Nyaris Juara

Dua kali runner-up di level dunia menjadi bukti, Sean bukan sekadar pelengkap di lintasan. Kini, musim ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk mengakhiri tren nyaris juara dan mengubahnya menjadi sejarah.

Meski optimistis, ia tetap menekankan bahwa kerja keras, konsistensi, serta faktor teknis akan sangat menentukan hasil akhir. 

Dalam balap ketahanan, satu kesalahan kecil dapat menghapus peluang selama 24 jam penuh perjuangan.

Bagi Sean, Le Mans bukan hanya soal balapan juara tetapi tentang menorehkan nama Indonesia di panggung endurance paling bergengsi di dunia.(Antara)